Home - My Buku - Kang Sun & Tokoh Dunia - Kang Sun &Tokoh Milyarder - Catatan Kang Sun - Facebook
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


VIDEO KANG SUN - KONSPIRASI - ILUMINATION - GARDA NKRI - SAPA DUNIA -

Minggu, 11 Oktober 2009

Lai Dong Jin, Dari Pengemis Hingga Jadi Pembicara Paling Di Cari

Lai-Dong-Jin dilahirkan di keluarga dengan 14 bersaudara. Ayahnya buta dan ibunya sakit mental. Pada usia yang sangat muda, ayahnya mengajak dia untuk menuntunya mengemis. Ia mengemis di jalan bahkan ketika ada badai atau malam yang dingin untuk mempertahankan kelangsungan hidup keluarganya.

Ketika ia tidak memperoleh cukup uang dari mengemis untuk membeli makan, ia akan berusaha untuk mendapatkan makanan yang diperuntukkan bagi anjing dan bahkan minuman dari saluran air.

Jika hasil mengemis tidak cukup, ia secara terus menerus mendapat omelan dan pukulan dari ayahnya. Keluarganya tidak mempunyai rumah dan mereka pindah dari tempat yang satu ke tempat lain untuk memperoleh tempat tingal.

Ia juga harus menjagai saudaranya yang termuda termasuk membersihkan ibunya setiap kali ibunya mengalami menstruasi. Seringkali ia terpojok disatu titik di mana ia berpikir untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

Untuk membiayai sekolahnya, kakak perempuannya yang berusia 13 tahun dijual menjadi pelacur. Di tahun keenam dari pendidikan dasarnya, ia memenangkan 80 penghargaan. Ia selalu menjadi nomor satu di semua kompetisi di sekolahnya termasuk Gelar Pelajar Teladan.

Sekarang, Mr. Lai Dong-Jin adalah manajer pabrik yang sukses di sebuah perusahaan besar dan pada tahun 1999, ia dipilih sebagai salah satu dari sepuluh besar abak muda terkemuka di taiwan. Ia juga seorang penulis buku terlaris yang berjudul “Anak Pengemis” dan merupakan pembisara yang sering dicai-cari. (254)

“Saya merasa sangat beruntung karena saya masih memiliki orang tua meskipun salah satunya buta dan satunya lagi sakit mental ketika suatu hari saya melihat anak-anak menangisi peti mati orangtua mereka.” (Lai Dong-Jin) 254 (Berani Gagal-Billi P.S. Lim)

Baca Juga Artikel di Bawah ini sekarang :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan Komentar Anda dan Berbagilah Di Sini.