Tampilkan postingan dengan label Memicu Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Memicu Motivasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Juli 2010

Mengenal Kekuatan Self Talk

Manfaatkan pengetahuan self talk untuk kehebatan Anda dan pencapaian kemakmuran Anda diluar batas. Anda akan mengetahui apa itu self talk dan seg

era bisa menafaatkannya untuk kedahsayat hidup Anda.

Masih dalam buku yang sama (buku Romy Rafael) saya menemukan pengetahuan penting lainnya, yaitu self talk, yang merupakan bagian dari mengungkap kehebatan bawah sadar.

Kekuatan Self Talk
Self talk atau pikiran bawah sadar Anda adalah kata-kata Anda saat berbicara dengan diri sendiri.

Self talk bisa mengandung arti positif maupun negatif. Hal ini tergantung pada Anda yang mengucapkannya. Self talk positif akan mengarahkan pikiran Anda pada hal-hal positif sesuai dengan apa yang Anda katakan. Begitu juga sebaliknya.

Self talk juga bisa di artikan sebagai emosi atau emotion. Untuk mendefinisikan kata tersebut, saya akan membaginya menjadi dua, yaitu e dan motion yang berarti energi in motion.

Maksudnya, self talk atau pikiran bawah sadar Anda merupakan energi yang mampu menciptakan gerak (motion) dan membawa Anda ke mana pun yang Anda inginkan, baik positif maupun negatif, pikiran Anda memberikannya pada Anda.

Dari penjelasan tersebut, saya memperoleh hukum pertama dari pikiran bawah sadar manusia.

Hukum Pertama dari pikiran bawah sadar :
Apa pun yang Anda pikirkan, tubuh Anda menciptakannya dan memberikan Anda sesuai dengan Apa yang Anda pikirkan.

Contoh dari hukum pertama ini, dapat Anda lihat dari berbagai hal yang dulu tidak pernah terpikirkan (pesawat terbang, hanphone, tetevisi, dll) ternyata sekarang dapat terwujudkan.

Penemuan besar tersebut tercipta karena kekuatan pikiran manusia. Apa yang mereka pikirkan, mereka menciptakan dan memberikan sesuai dengan apa yang dipikirkannya. Karena pikiran Anda memiliki kekuatan yang luar biasa.

Peperangan pun dapat terjadi karena apa yang dipikirkan pemimpin negeri, monumen perdamaian juga dapat dibangun kerana hasil pikiran seseorang, begitu juga dengan hidup bebas tanpa rokok dapat Anda ciptakan dengan pemikiran Anda.

Agar Apa yang Anda pikirkan dapat terwujud, yang perlu Anda lakukan adalah mengubah self talk Ada.

Hukum pertama dari pikiran bawah sadar di atas juga di dukung oleh siklus di bawah ini.
Self talk Anda menentukan--------tindakan Anda
Tindakan Anda menentukan-----Habits Anda
Habits Anda menentukan---------Realitas Anda
Realitas Anda menentukan--------Belief Anda
Belief Anda menentukan---------Self Talk Anda
Self Talk Anda menentukan---------tindakan Anda--->siklus berlanjut seperti semula.

Siklus tersebut menerangkan bahwa realitas hidup Anda sekarang ditentukan oleh self talk Anda. Artinya, jika sampai saat ini realitas hidup Anda masih berkutat dengan kebiasaan buruk merokok, maka hal pertama yang harus diubah dalam hidup Anda sekarang adalah self talk Anda atau pikiran bawah sadar Anda.

Itulah sebabnya mengapa Anda sampai saat sekarang masih belum berhasil berhenti merokok, karena Anda belum mengubah self talk Anda.

Karena apa yang seharusnya Anda ubah adalah bukan apa yang Anda lakukan, tapi apa yang Anda pikirkan. Oleh karena itu, ubahlah cara Anda berbicara pada diri sendiri atau self talk Anda.

Berikut ini contoh self talk negatif berkaitan dengan terapi berhenti merokok.

"Bagaimana kalau saya tidak dapat berhenti merokok?"
"Ah, percuma berhenti merokok, nanti juga mulai lagi!"
"Berhenti merokok nanti saja kalau sudah tua!"
"Kalau tidak ada rokok, saya tidak bisa berpikir!"
"Kalau berhenti merokok, nanti saya gemuk!"

Setelah mengetahui self talk negatif Anda di atas, sekarang coba inventaris self talk negatif yang ada pada diri Anda.

Cara Mengubah self Talk
Self talk yang Anda ucapkan memiliki efek yang sangat besar dalam hidup Anda. Apabila Anda sudah menyadari hal itu, seharusnya Anda sudah tahu apa yang harus Anda lakukan adalah sesegera mungkin merubah self talk negatif menjadi self talk positif Anda.

Contoh sself talk di bawah ini.

"Saya akan berhenti merokok"
Secara sepintas self talk di atas sudah menunjukkan self talk positif dan memiliki meyakinan kuat. Tetapi sebenarnya ini salah karena setiap self talk yang mengandung kata"... akan..." mempunyai arti belum terjadi atau belum terlaksana.

Oleh karena itu self talk di atas adalah self talk negatif dan tidak kuat.

Untuk menciptakan self talk yang kuat dan postitif, ada beberapa peraturan yang harus di ikuti. Saat Anda berbicara pada diri sendiri, Anda harus memerhatikan makna dan dampak dari self talk yang Anda ucapkan. Oleh karena itu, ada beberapa peraturan dalam menyusun self talk.

  • Self talk harus berorientasi pada masa depan
  • Self talk harus mendukung Anda sepenuhnya dan bukan menjatuhkan
  • Self talk harus dengan bentuk kata kerja dan kata sifat yang positif
Mengapa self talk harus berorientasi kepada masa depan Anda? Karena self talk bertujuan untuk membuat Anda maju ke masa depan. Juga, agar Anda lebih fokus pada hasil, bukan pada hal-hal yang tidak Anda inginkan.

Mengapa self talk harus mendukung Anda dan bukan menjatuhkan Anda?
Karena Anda mempunyai 2 pilihan dalam hidup Anda, menjadi musuh terbesar Anda sendiri yaitu dengan terus menerus mengucapkan self talk negatif, atau menjadi teman terbaik Anda yaitu dengan mengucapkan self talk positif.

Hal ini jelas karena Anda menginginkan hasil terbaik, maka hal yang mendukung keinginan Anda lah yang harus dipilih.

Kemudian mengapa harus dalam bentuk kata kerja dan kata sifat yang positif?
Ini disebabkan apa pun kata kerja dan kata sifat positif yang Anda pilih, pikiran bawah sadar Anda akan secara otomatis mengikutinya.

Selain aturan di atas, untuk mengubah self talk negatif menjadi positif, ada beberapa kata yang tidak boleh dipergunakan dalam self talk Anda. Kata-kata tersebut yaitu :

"Tidak, jangan, akan, mencoba, mungkin, stres, gagal, marah dan kata-kata negatif lainnya."

Mengapa kata tidak dan jangan harus Anda hindarkan karena kedua kata itu akan hilang dipikiran bawah sadar Anda.

Contoh :
"Anda tidak boleh membayangkan kucing berwarna hitam"
"Sekali lagi, jangan bayangkan kucing hitam tersebut"

Dari self talk di atas, apa yang terjadi pada dua kalimat tersebut?Pikiran Anda hanya memunculkan kalimat kucing hitam tersebut.

Mulai hari ini dan seterusnya berhati-hatilah dengan pikiran Anda, berhati-hatilah dengan kata-kata yang Anda ucapkan saat berbicara dengan diri sendiri, karena apapun yang Anda ucapkan dapat menjadi kenyataan.

Mulai hari ini dan seterusnya, dengarkan self talk Anda, perhatikan kata-kata yang Anda ucapkan saat Anda berbicara pada diri sendiri, dengarkan suara-suara yang ada dalam pikiran Anda, karena cara pertama untuk mengontrol pikiran Anda adalah dengan mengontrol self talk Anda.

Setelah itu, Anda perhatikan mana yang negatif atau merugikan Anda, lalu Anda tulis self talk negatif tersebut. Kemudian Anda bisa melihat betapa banyaknya self negatif Anda.

Ini adalah salah satu alasan mengapa saya ingin Anda menuliskannya di atas kertas, agar Anda dapat melihatnya dengan jelas.

Karena setelah Anda mampu elihatnya dengan jelas, langkah berikutnya, adalah mengganti self talk negatif tersebut menjadi self talk yang kuat dan positif.

  1. Berikut urutan Cara mengontrol pikiran Anda.
  2. Dengarkan Self Talk Anda
  3. Tuliskan Self Talk mana yang negatif
  4. Ubah menjadi self talk positif
  5. Lalu secara sadar memilih self talk Anda yang berkaitan dengan berhenti merokok (tujuan anda). Ingat! Ingat Anda mempunyai dua pilihan, Anda dapat menjadi teman terbaik Anda atau musuh terbesar Anda. Pilihannya ada ditangan Anda.
Contoh mengubah self talk negatif menjadi self talk positif.
"bagaimana kalau saya tidak dapat berhenti merokok"
menjadi
"Bagaimana caranya agat saya bebas dari rokok untuk selamanya"

"Berhenti merokok nanti saja kalau sudah tua"
Menjadi
"berhenti merokok sekarang saja mumpung belum tua"

Keharmonisan antara pemikiran dan self talk Anda menjadi penting di samping rasa percaya sepenuhnya bahwa Anda layak mendapatkan sesuatu yang terbaik. Karena Anda tidak mungkin berhasil di dalam apa pun juga jika Anda sendiri tidak percaya bahwa Anda layak mendapatkannya.

.......................(lanjtutkan ke hal 50-)dst

Hukum kedua dari pikiran bawah sadar.
Pikiran bawah sadar kita tidak dapat membedakan antara realitas dan imajinasi.

Hukum ketiga dari pikiran bawah sadar.
Sesuatu yang diulang dengan emosi dan inensitas yang cukup lama menjadi bagian dari pikiran dan diri kita.

Kamis, 15 Juli 2010

Memahami Cara Kerja Pikiran Anda dari Romy Rafael

Anda bisa memahami cara kerja pikiran Anda untuk melesatkan potensi Anda dan menjadikan Anda lebih cepat dapat duit di internet dengan belajar cara kerja pikiran Anda dari Romy Rafael.

Masih dalam bukunya Romy di halaman berikutnya saya mendapatkan pelajaran penting bagaimana cara kerja pikiran. Begitu anda mengenal cara kerja pikiran maka Anda bisa mengontrol pikiran Anda.

Mari awali dengan mengenali dan memahami pikiran sadar dan bawah sadar.
Sebelum Anda dapat menguasai sesuatu dengan baik, Anda harus mengetahui cara kerja yang ingin Anda kuasai tersebut terlebih dahulu.

Jadi sebelum Anda dapat menguasai pikiran Anda, Anda harus tahu bagaimana cara kerja pikiran Anda. Untuk itu, berikut ini saya akan menjelaskan mengenai cara kerja pikiran sadar dan bawah sadar Anda.

Gambar gunung es adalah analogi dari pikiran Anda. Gunung es tersebut terbagi menjadi dua bagian. Bagian gunung es yang tidak terendam air adalah pikiran sadar Anda, sedangkan Gunung es yang terendam air adalah pikiran bawah sadar Anda.

Dari gambar tersebut Anda mengetahuinya bahwa jumlah pikiran sadar Anda yaitu gunung es yang tidak terendam air lebih kecil daripada pikiran bawah sadar Anda. 12% pikiran sadar dan 88% pikiran bawah sadar.

Sekarang coba Anda bayangkan seandainya pikiran sadar Anda atau gunung es yang lebih kecil berusaha memikirkan berhenti merokok, tapi pikiran bawah sadar Anda atau gunung es yang lebih besar mengatakan bahwa Anda tidak akan berhasil berhenti merokok. Maka siapa yang menang?

Tentunya yang menang adalah gunung es yang besar; dan dengan sendirinya Anda akan gagal berhenti merokok.

Hal ini menunjukkan kepada Anda bahwa yang menentukkan berhasil tidaknya keinginan Anda di dalam apa pun itu adalah pikiran bawah sadar Anda yang lebih besar dari pada pikiran sadar Anda. Pikiran bawah sadar Anda adalah self talk Anda.

Apa Beda Mengetahui Dengan Memercayai?
Ada perbedaan apa yang Anda percayai dan ketahui. Bagian gunung es yang tidak terendam oleh air berisi segala hal yang Anda ketahui.

Sedangkan bagian gunung es yang terendam oleh air adalah analogi mengenai segala yang Anda percayai.

Sekarang saya (Romy) akan menunjukkan kepada Anda tentang Analogi antara mengetahui dan memmercayai.

Cobalah Anda gunakan imajinasi Anda! Bayangkan orang tua Anda dipikiran Anda. Sudah?

Pertanyaannya sekarang adalah.....apakah Anda mengetahui ataukah mempercayai kalau Anda adalah anak kandung mereka?

kalau Anda menjawab mengetahui, pertanyaan saya berikutnya adalah apakah Anda sudah melakukan tes DNA kemudian membandingkannya dengan DNA orang tua Anda?

Jika Anda menjawab belum, berarti selama ini Anda hanya mempercayai. Karena dari kecil, orang-orang di sekitar Anda mengatakan bahwa Anda adalah anak kandung mereka, dan proses ini diulang dengan repetisi yang cukup tinggi dari Anda kecil sampai Anda dewasa.

Maka, dengan sendirinya dipikiran Anda terciptalah suatu kepercayaan atau suatu self talk"....saya adalah mereka..."

Nah, inilah yang disebut dengan memercayai karena Anda belum mengetahui secara pasti apakah Anda anak kandung mereka atau bukan. Namun demikian, seandainya sekarang ketika Anda setelah dewasa melakukan tes DNA, dan ternyata hasilnya menunjukkan bahwa Anda bukan anak kandung orang tua Anda saat ini, apakah dengan mengetahui fakta tersebut akan menghilangkan rasa sayang yang selama ini sudah tertanam begitu kuatnya di pikiran Anda.

Saya rasa tidak, karena Anda sudah memercayai bahwa Anda adalah anak mereka. Karena dari kecil, di pikiran Anda sudah tercipta kepercayaan bahwa Anda adalah anak kandung orang tua Anda saat ini.

Sekarang bagaimana jika pikiran sadar Anda, yaitu apa yang Anda ketahui menginginkan Anda berhenti merokok, tetapi pikiran bawah sadar Anda, yaitu apa yang Anda percayai mengatakan kepada Anda tidak akan berhasil berhenti merokok, maka dengan sendirinya Anda akan gagal.

Kalau sampai titik ini Anda belum percaya bahwa pikiran bawah sadar Anda atau semua yang Anda percayai mengontrol Anda, maka ini adalah contoh ekstrimnya.

Apakah Anda masih ingat peristiwa 9/11 saat twin tower WTC di tabrak dua pesawat yang dibajak teroris? Atau peristiwa bom bali pertama dan kedua yang menewaskan banyak orang? Apa persamaan dari kedua peristiwa tersebut?

Kedua peristiwa di atas adalah sama-sama peristiwa bunuh diri. Lalu persamaan yang kedua adalah landasan ideologi dari kedua peristiwa tersebut.

Para teroris yang melakukan kedua peristiwa di atas percaya bahwa apa yang dilakukannya adalah jihad. Mereka juga percaya dengan melakukan tindakan-tindakan tersebut, mereka akan masuk surga.

Padahal, mereka juga secara sadar mengetahui bahwa apa yang mereka lakukan adalah tindakan bunuh diri dan mengambil nyawa banyak orang. Namun, meskipun mereka secara sadar mengetahui itu, tapi kepercayaan mereka lebih kuat. Maka, kedua peristiwa mengerikan di atas pun terjadi.

Kesimpulan dari contoh ekstrim di atas adalah apa pun yang kita percayai, baik atau buruk, selalu menang.

Jadi kalau Anda ingin berhasil berhenti merokok untuk selama-lamanya, yang perlu saya lakukan adalah mengbah pikiran bawah sadar Anda, yaitu mengubah apa yang Anda percayai atau self talk Anda. (29)

Silahkan baca tulisan berikutnya apa yang saya dapatkan dari Romy Rafael mengenai self Talk.

Belajar Hipnotis Kepada Romy Rafael

Awalnya saya salah sangka dengan keberadaan sipnotis karena saya melihat bahwa hipnotis sangat lekat dengan citra negatif. Hipnotis merupakan ilmu untuk memudahkan orang jahat melakukan aksinya. Ternyata pandangan saya salah besar.

Suatu saat, ketika saya masih kuliah, saya pernah di hipnotis. Mereka awalnya menawarkan jam tangan kepada saya. Ia mau menjual jam tangan dengan maksud tidak punya ongkos buat pulang ke kampungnya bersama keluarganya.

Ia berhasil mempengaruhi saya. Setelah adu tawar, jam saya beli dengan harga 200 ribu. lebih dari dua bulan saya merasa bangga memakai jam tangan itu. Jamnya memang bagus dengan merek bacaan arab dan ada kwitansi berbahasa arab dengan harga tertera sangat besar, ratusan real.

Saya tidak memberi tahu kepada siapa pun termasuk teman-teman kampus saya. Hanya saja mereka juga menyebut bahwa jam saya bagus. Saya makin percaya. Padahal beli jam itu setengah terpaksa.

Saya tidak butuh-butuh amat sebuah jam karena ditempat orang yang nawarin jam itu ada beberapa toko jam dipinggir jalan. Hanya saja yang membuat saya tidak bisa menolak adalah rasa kasihan saya ingin menolong dia yang katanya tidak punya ongkos buat bawa keluarganya pulang kampung.

Padahal dari mulai dia menawarkan sampai saya membayar adalah waktunya cukup lama. Saat itu saya memang tidak bawa uang tetapi ada beberapa ratus ribu di ATM. Hanya saja saat itu ATM saya simpan di kontrakan.

Saya ajak dia ke kos-an saya dengan maskud saya akan mengambil uangnya dulu. Setelah itu saya dan dia pergi ke ATM untuk mengambil uang 200 ribu. Kebetulan uang yang ada di ATM memang hanya bisa di ambil 200 ribu.

Saya pun memberikan uang itu dan dia mengucapkan terima kasih atas bantuan saya. Dua bulan saya tidak merasa curiga sama sekali dengan dia.

Suatu saat saya coba menanyakan ke BII terdekat mengenai surat jam itu, apakah ini benar atau tidak. Karena kata dia bahwa jam ini mengandung lapisan emas tipis dan bisa dijual lagi ke Bank tertentu.

Saya percaya kepada dia saat itu karena memang hari itu adalah hari libur Bank. Jadi saya tidak mengajukan pertanyaan 'mengapa tidak di jual ke Bank saja' karena saya tahu bank tutup.

Intinya surat itu tidak dapat diuangkan dan jamnya tidak otomatis. Sekarang jamnya sudah kelaut. Hilang entah kemana.

Sekarang saya berpikir bahwa mungkin saat itu saya sudah terkena hipnotis. Makanya saat saya menemukan sebuah buku Joe Vitale dengan judul Mesin Uang Internet yang salah satu bagiannya mengajarkan hipnowriting dan buku Romy Rafael dengan judul Hipnoterapi Quit Smoking (terapi berhenti merokok) dan membacanya sampai akhir saya menemukan arti dan manfaat hipnotis.

Disini Anda akan menemukan dan memahami hipnotis dan penerapannya secara postitif untuk kebaikan hidup Anda dan orang lain.

Inilah pengetahuan seputar hipnotis yang saya dapat dari Romy Rafael.
Apa itu Hipnosis (hipnotis)?

Hipnosis adalah keadaan alami dari relaksasi total tubuh di mana kondisi kesadaran pikiran meningkat lebih tinggi daripada biasanya.

Ketika memasuki keadaan hipnosis, kesadaran Anda terhadap apa yang terjadi di sekitar jelas akan berkurang bila di bandingkan kesadaran Anda terhadap perasaan-perasaan di dalam diri Anda.

Maka dengan sendirinya, Anda akan memfokuskan perhatian kepada sugesti yang di tanamkan dalam diri Anda sebagai upaya mengatasi suatu masalah.

Selama proses hipnosis berlangsung, Anda berada dalam tahapan perubahan yang berguna untuk meningkatkan ksesehatan, meningkatkan kesadaran diri, dan untuk mengakses berbagai sumber positi diri Anda.

Suatu hal yang harus Anda ingat, selama hipnosis berlngsung, Anda tidak berada dalam keadaan benar-benar tertidur maupun terjaga. Begitu pula Anda tidak akan kehilangan kendali atau kontrol atas diri Anda.

Dalam keadaan rileks, ALAM BAWAH SADAR pikiran Anda justru lebih dapat menerima sugesti yang masuk dan mampu memberikan respons atas stimulus dari luar, yaitu sugesti yang diberikan.

Sugesti itu ditujukan untuk daerah yang Anda ingin ubah pada diri Anda.

Apa itu Hipnoterapi?
Hipnoterapi adalah terapi yang menggunakan hipnosis untuk memfasilitasi perubahan. Sugesti yang telah disetujui sebelumnya di tanamkan ke dalam alam bawah sadar sementara Anda berada dalam keadaan rilek terhipnosis.

Selama proses hipnosis tersebut berlangsung, Anda tidak dapat dan tidak akan melakukan sesuatu yang tidak Anda kehendaki.

Bagaimana Agar Saya Tidak Bisa Terhipnosis?
Siapa pun bisa dihipnotis asal mereka menginginkannya. Namun, ada beberapa orang yang tidak boleh dihipnotis, yaitu mereka yang di bawah pengaruh alkohol atau obat-obat terlarang, mereka yang mengalami depresi klinis, dan mereka yang menderita epilepsi.

Akankah saya tetap mengingat hal yang dikatakan kepada saya saat dihipnosis?
Mayoritas klien Romy mengingat semua hal yang dikatakan kepada mereka selama dirinya dihipnosis.

Keadaan hipnosis sesungguhnya tak berbeda dengan keadaan ketika Anda ngantuk atau melamun. Meskipun merasa rileks, Anda tetap saja sadar sepenuhnya terhadap keadaan sekeliling Anda.

Anda tidak benar-benar tertidur maupun terjaga. Anda juga tetap akan mendengar segala hal yang terjadi di sekitar Anda. Begitu pula jika tiba-tiba terjadi sesuatu yang butuh perhatian Anda, Anda bisa dengan segera membuka mata dn siap menghadapi situasi tersebut.

Bagaimana rasanya dihipnosis?
Anda akan merasa sangat rileks, seperti dalam keadaan setengah tidur. Tubuh Anda mungkin terasa sangat ringan atau sangat berat. Di samping, Anda akan merasakan kehangatan menyelimuti tangan atau kaki.

Apapun yang Anda alami, semua itu sangat alami dan normal adanya. Anda mungkin merasa seolah-olah tak bisa bergerak meski Anda tahu bahwa Anda bisa melakukannya.

Sementara Anda merasakan waktu seakan-akan berjalan begitu cepat. Anda mungkin juga akan mengalami rapid eye movement (REM) atau gerakan kelopak mata yang sangat cepat ketika Anda memasuki tahapan hipnotis.

Kelopak mata Anda terasa bergetar, meskipun orang umumnya tidak sadar terhadap sensasi ini.

Bagaimana hipnosis bekerja?
Sugesti yang sebelumnya telah dipersiapkan, masuk ke dalam pikiran bawah sadar Anda untuk membantu mengatasi permasalahan yang Anda hadapi.

Contohnya ingin berhenti merokok, menurunkan berat badan, menghilangkan emosi-emosi negatif atau menigkatkan konsentrasi dan daya ingat.

Adakah efek samping atau efek negatif hipnosis?
Tidak ada. Selama dalam keadaan hipnosis, Anda tetap berada dalam kendali penuh. Anda tidak dapat diperintah untuk melakukan sesuatu yang tidak Anda kehendaki. Begitu pula Anda tidak akan menerima sugesti apapun yang tidak diterima pikiran Anda.

Apakah hipnotis akan membuat saya melakukan hal-hal konyol?
Tidak. Sekali lagi saya katakan, Anda tidak akan pernah melakukan apa yag tidak Anda inginkan selama Anda berada dalam keadaan hipnosis. Khusunya apa yang bertentangan dengan moral Anda. Hanya hinosis untuk entertainment saja yang mendorong seseorang melakukan hal-hal konyol, dan ini pun semata untuk kepentingan hiburan.

Jadi mereka sudah bersiap-siap melakukan hal-hal konyol yang menghibur penonton.

Keberhasilan dapat Memicu Reaksi Berantai
Dengan mengikuti terapi merokok ternyata salah seorang klien romy merasakan sebuah reaksi berantai atau motivasi untuk melanjutkan keinginan yang lain seperti : melanjutkan pendidikan, menurunkan berat badan, atau mungkin juga meningkatkan memori dan konsentrasi Anda. Nah keinginan-keinginan inilah yang disebut dengan raksi berantai.

Reaksi berantai dengan sendirinya memunculkan hal-hal positif lainnya karena setelah Anda bebas dari kebiasaan merokok akan tercipta sense of achievement.

Sense of achievement ini adalah sikap dimana jika Anda mampu bebas dari rokok, maka Anda juga merasa mampu untuk melakukanhal-hal hebat lainnya.

Ada beberapa petunjuk yang saya anggap bermanfaat untuk membuat Anda jadi berhasil.
Saya lihat hal ini berlaku untuk melakukan apa saja atau untuk tujuan apa saja.

  • Ucapkan kalima ini beberapa kali dalam pikiran Anda atau ucapan dengan lantang ketika Anda teroda untuk merokok.".......saya bukan perokok lagi dan sekarang saya hidup bebas tanpa rokok....."...dan segeralah melakukan pernapasan.
  • Pahami cara kerja pikiran Anda dengan baik.
  • Sering-seringlah membaca daftar self talk Anda. Dan ingat, Anda harus menyingkirkan kalimat :....mencoba berhenti merokok..." dari self talk Anda. Karena jika ekspektasi Anda"...mencoba berhenti merokok...", kalimat itu hanya memiliki arti bahwa ANda akan berusaha semampunya Anda. Padahal, Anda menginginkan".......berhenti merokok saat ini juga...." jadi, sebaiknya self talk Anda adalah"....SAYA HARUS berhenti merokok saat ini juga..."
  • Bacalah afirmasi Anda di pagi dan malam hari setelah Anda melakukan latihan pernapasan dan mendengarkan CD hipnoterafi saya (Romy).
Mengganti Kebiasaan Negatif dengan Kebiasaan Postif Dengan Mudah

Sekarang coba Anda bayangkan kalau di depan Anda ada gelas yang berisi kopi. Pertanyaan saya sekarang Adalah, bagaimana mengeluarkan kopi itu dari gelas tersebut karena saya ingin memasukkan susu ke dalam gelas tersebut tanpa:
Menyentuh gelas
Menggeser gelas
Mengangkat gelas
Mengganti gelas
Menggunakan alat apa pun juga.
(Permukaan kopi tidak boleh tersentuh alat apapun juga, termasuk sedotan, sendok, tangan Anda, dan lain-lain)

Kalau kita asumsikan kopi sebagai kebiasaan merokok Anda, dan susu sebagai kebiasaan baru Anda saat Anda hidup tanpa merokok, dan gelas adalah pikiran dan diri Anda secara fisik, aka cara tersebut dapat dilakukan dengan analogi berikut.

Coba Anda bayangkan kalau Anda mempunyai satu ember besar yang berisi susu.Kemudian susu tersebut Anda tuangkan secara perlahan ke gelas Anda yang berisi kopi atau ke pikiran Anda yang berisi keinginan untuk terus merokok.

Maka, secara perlahan-lahan, kopi yang ada dalam gelas akan meluap atai keinginan merokok Anda akan keluar dengan sendirinya. Gelas Anda akan terisi susu atau pikiran lama Anda akan tergantikan dengan pemikiran baru, yaitu hidup tanpa rokok untuk selama-lamanya.

Namun, masalahnya di sini, saya tidak tahu seberapa banyak kopi yang ada dalam gelas Anda atau keinginan merokok yang ada dalam pikiran Anda.

Jadi saran saya dalahah sebaiknya Anda terus menuangkan susu ke dalam gelas atau memasukkan semua yang saya ajarkan di buku ini kepikiran sampai Anda memperoleh hasil yang Anda inginkan.

Dalam analogi ini, Anda jangan menutup gelasnya atau pikiran Anda, karena dengan begitu, susu yang saya tuangkan ke dalam gelas atau terapi yang saya berikan ke dalam pikiran Anda bisa masuk dengan mudah hingga akhirnya Anda hidup bebas tanpa rokok untuk selama-lamanya.

Oleh karena itu, buka pikiran Anda, biarkan saja apa yang saya berikan ke pikiran Anda masuk dengan sempurna. Seperti yang pernah saya katakan di depan, jangan menganalisis dulu apa yang saya berikan dan lakukan semua yang saya berikan ke pikiran Anda, kalau tidak, hal ini sama hanlnya dengan Anda menutup gelasnya.

Sekarang coba Anda bayangkan jika Anda adalah seorang petani dan Anda tidak puas dengan hasil panen Anda. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Karena apa yang Anda tanamkan dan apa yang Anda berikan pada tanaman Anda adalah benih dan pupuk yang tidak sesuai dengan keinginan Anda. Begitu pun ketika Anda saat ini belum berhasil memanen kebiasaan merokok, ini karena di masa lalu Anda, Anda telah menanam benih-benih yang mendukung Anda agar Anda merokok.

Jadi, agar hidup Anda bebas tanpa rokok, dan agar hasil terapi saya (Romy) permanen Anda harus menanam benih-benih yang berbeda dipikiran Anda, yaitu benih-benih yang membuat Anda hidup tanpa rokok.

Dan agar hasilnya permanen, Anda harus menanam benih-benih tersebut dan menuangkan terus susu kepikiran Anda selama-lamanya.(buku Romy halaman 18-20).

Pelajari Cara kerja Pikiran Anda dari Romy Rafael. Memahami Cara Kerja Pikiran Anda.

Selasa, 13 Juli 2010

Hipnotis Bukan Ilmu Hitam Tetapi Sebaliknya Untuk Kebaikan

Hipnosis atau hipnotis di Indonesia sangat lekat dengan nilai-nilai negatif. Entah dikaitkan dengan klenik dan mistis, atau dinilai berbahaya karena sering dipakai orang dalam melakukan aksi kejahatan. Padahal, jika diterapkan secara benar, hipnosis memiliki beragam manfaat.

Hipnosis memiliki manfaat mengatasi masalah kejiwaan, kecanduan obat, hingga melangsingkan tubuh. Bahkan di dunia Barat, hipnosis sudah digunakan sebagai metode alternatif pengganti anestesi. Pasien yang mau dioperasi di dokter bisa memilih dihipnosis agar tak lagi merasakan sakit.

Di Indonesia, hipnosis sudah hadir cukup lama. Bahkan, organisasi The Indonesian Board of Hypnotherapy (IBH) yang menaungi para ahli hipnosis atau hipnoterapis di Indonesia sudah didirikan sejak 2002. Namun, karena kondisi psikologis masyarakat yang sangat lekat dengan hal-hal berbau mistis, hipnosis pun sulit diterima. Apalagi, banyak juga kejahatan yang dilakukan dengan menyalahgunakan hipnosis.

Hipnosis mulai menjadi tren sejak setahun belakangan. Tak bisa dimungkiri, munculnya acara televisi yang dipandu Romy Rafael menjadi celah hingga hipnosis bisa diterima masyarakat. Pasalnya, Romy mengemas hipnosis menjadi sebuah hiburan, sehingga menarik disaksikan seluruh lapisan masyarakat.

“Karena stereotipe hipnosis sudah buruk di Indonesia, saya mencoba memperkenalkannya lewat dunia hiburan. Kalau langsung memperkenalkan fungsi dan kegunaan hipnosis secara langsung, masyarakat bisa akan bosan dan hasilnya tak efektif. Dengan mempopulerkan lewat dunia hiburan terlebih dulu, hipnosis akan memiliki eksistensi. Nah, dari situ kemudian saya baru memperkenalkan apa sebenarnya hal-hal positif yang bisa didapat dari hipnosis,” tutur Romy.

Hipnosis pun meledak menjadi sesuatu yang baru di Indonesia. Memang, masih banyak yang memandangnya dengan sebelah mata. Namun, setidaknya sebagian sudah mulai mau percaya.

Hal itu ditunjukkan lewat jumlah klien Romy yang terus meningkat. Saat ditanya, kira-kira berapa jumlah klien yang pernah ditanganinya, Romy menggeleng tanda tak ingat. Maklum, ia tak hanya melayani klien yang berkonsultasi secara one on one, namun juga kerap menggelar seminar atau acara hipnosis massal. Salah satunya bahkan tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai acara hipnosis terbesar di Indonesia dengan peserta 8.000 orang sekaligus.

Meledaknya hipnosis di Indonesia memberikan dampak positif terhadap hipnoterapis yang sudah berkutat di bidang ini sejak lama. Di antaranya NSK Nugroho dari klinik HypnoCare dan Mukti dari klinik Diamond in You Hypnotherapy. Keduanya sama-sama berkutat di dunia ini sebelum hipnosis menjadi tren. Bahkan Nugroho merupakan salah seorang pendiri dan anggota IBH dan telah menjadi anggota dua organisasi hipnoterapis internasional, yakni National Guild of Hypnotist serta International Association of Counselors and Therapists sebagai hipnoterapis bersertifikat.

Motivasi Kuat

Metode yang digunakan Nugroho, Mukti, maupun Romy tak berbeda jauh meski tetap ada perbedaannya. Saat klien mendaftar, mereka akan ditanya mengenai keluhan masing-masing. Lalu, pada sesi awal, klien akan berbincang-bincang singkat dengan hipnoterapis yang menanganinya. Dengan demikian terapis akan mengetahui pola pikir klien, sekaligus merasakan adanya chemistry dan koneksi serta mengetahui latar belakang permasalahan klien.

“Namun, dalam sesi awal ini, saya berhak menolak klien, begitu juga sebaliknya. Ada beberapa hal yang membuat saya bisa begitu. Salah satunya jika saya merasa tak sanggup menangani klien saya akan mereferensikannya kepada terapis lain,” kata Romy.

Keluhan yang dibawa klien ke terapis ini juga bermacam-macam, mulai dari masalah kejiwaan, stres, ingin mengurangi berat badan hingga menambah rasa percaya diri. Rata-rata, keluhan-keluhan tersebut bisa diselesaikan setelah tiga-lima sesi pertemuan. Namun, itu pun masih bervariasi. Jika masalahnya sangat pelik dan unik, bisa jadi sesi pertemuan yang dibutuhkan pun jauh lebih banyak lagi.

Menurut Mukti, umumnya hipnosis gagal dilakukan kepada orang yang tak bisa menyugesti dirinya sendiri. Pasalnya, dasar hipnosis adalah sugesti diri. Selain itu, menurut Nugroho, hipnosis tidak akan memberikan hasil instan bak sulap. Dibutuhkan waktu juga kemauan si klien untuk berubah.

“Karena itu, proses wawancara sebelum sesi hipnosis penting untuk dilakukan. Kami harus mengetahui motivasi klien. Hipnosis bisa dilakukan jika klien mau melakukannya, bukan karena paksaan dari orang lain,” Nugroho menjelaskan.

Romy menambahkan, tingkat kegagalan kliennya biasa terjadi akibat ia tak mau menuruti kurikulum terapi yang dilakukannya. Menurut Romy, seorang terapis hanya berfungsi sebagai fasilitator perubahan. Kemauan untuk berubah harus datang dari si klien sendiri. Harus ada kerja sama penuh antara klien dan terapisnya agar hipnosis bisa berhasil dengan sukses.

“Kalau klien tidak mau, kami pun tak bisa apa-apa. Makanya, terapi untuk berhenti menggunakan narkoba misalnya, harus dicari dulu, motivasinya berasal dari klien sendiri atau orang lain. Kalau ia disuruh oleh orang lain, padahal dia sendiri masih nyaman dengan itu, bisa-bisa terapinya tak akan sukses,” kata Romy.

Cari Akar Masalah

Dalam sesi terapi, umumnya terapis akan mencari akar masalah yang dihadapi sang klien. Dengan mencari akar permasalahannya, diharapkan benang kusut masalah yang dialami klien bisa diurai.

Seperti masalah pelangsingan tubuh misalnya. Menurut Nugroho, banyak klien yang tidak minta agar tubuhnya langsung kurus secara instan. Namun banyak juga yang minta agar cara pandang dirinya terhadap tubuhnya sendiri diubah, sehingga rasa percaya diri akan muncul sendiri.

“Kalau ia sudah merasa pede, efek langsing dan menarik akan keluar dengan sendirinya juga,” tuturnya.

Dalam istilah yang digunakan Romy, akar masalah seseorang disebut tranquilizer atau penenang. Pecandu rokok biasanya menganggap rokok sebagai penenang, yang bisa menenangkannya dari masalah atau sebagai pemicu untuk mendapatkan ide. Sementara orang-orang yang menderita kegemukan memiliki penenang masing-masing, dari es krim, cokelat hingga makanan siap saji, sebagai cara untuk melarikan diri dari masalah.

Jika yang diselesaikan adalah akar dari segala masalah si klien, niscaya mereka tak akan lagi mencari pelarian untuk bisa menenangkan diri. Efeknya akan muncul kemudian hingga si klien bisa berhenti merokok atau menghentikan konsumsi makanan berlebih hingga tubuh menjadi lebih langsing.

Juga, ketiganya menekankan, hipnosis tak akan bisa memberikan hasil instan bak sulap. Dibutuhkan proses serta keinginan dari diri sendiri agar bisa sukses secara bertahap.

Jadi, jika Anda tertarik ikutan hipnosis hanya karena latah dan berharap hasil mujarab setelah satu sesi, siap-siap kecewa. Dibutuhkan lebih dari itu untuk bisa sukses, terutama motivasi dari diri Anda sendiri. Enggak percaya? Buktikan saja sendiri ! (hipnotis.net)

Belajar Hipnotis

Pada Sabtu siang di pertengahan Desember 2004, di lounge butik Socialite yang terletak di bilangan Jakarta Selatan, berkumpul puluhan eksekutif muda dari berbagai profesi.

Hari itu, mereka memenuhi undangan seharga 1,5 juta rupiah dari sebuah event organizer (EO) bernama Anggrek Communications untuk mengikuti workshop hipnotis selama delapan jam. Tujuannya, tentu saja agar mereka mengerti tentang hipnotis serta manfaatnya.

Maka, setelah paruh waktu berworkshop, mulailah para peserta itu berpasang-pasangan untuk mempraktikan ilmu hipnotis dari instruktur.

Lalu, seorang yang kebagian jadi hypnotist (orang yang menghipnotis) pun mulai menghipnotis temannya, “Saya akan memandu anda untuk mengerahkan kekuatan pikiran anda…Mohon anda rileks dengan memejamkan mata. Selanjutnya, saya akan memandu anda agar anda dapat lebih mudah melakukannya…anda cukup mendengarkan apa yang saya katakan….”

Begitulah, dengan ilmu hipnotis yang baru didapat sekitar empat jam, para hypnotist dadakan itu berusaha menyugesti Suyet (orang yang dihipnotis) laiknya seorang hypnotist ulung.

Terdengar suara lembut dari seorang peserta bernama Letta yang sedang menghipnotis seorang wartawan, “Sekarang bayangkan anda sedang ada di pelukan istri. Anda merasa nyaman, rileks, karena istri anda kini juga memijat anda (Letta mulai memijat-mijat suyet sambil bibirnya meniup-niupkan udara ke wajah suyet untuk mendukung kenyamanan si suyet). Isap napas dalam-dalam, hembuskan (Letta mengeluarkan napasnya membantu suyet, suaranya mirip seorang yang sedang melakukan body language, ssss…). Ya, tidur anda kini makin lelap…”

Sementara di sebelahnya, terlihat seorang produser radio juga sedang menghipnotis. “Korbannya” kali ini adalah seorang fotografer. Sekitar sepuluh pasang peserta workshop itu asyik dengan perannya masing-masing.

Melihat animo peserta yang cukup tinggi, boleh jadi ini akibat dari sebuah tayangan televisi yang memamerkan kemampuan hipnotis Romi Rafael yang tampak begitu gampang “ngerjain” orang dengan ilmu hipnotisnya menjadi sebuah tontonan yang menarik.

“Nggak cuma itu. Dengan tahu ilmu hipnotis, kita juga bisa menangkal kejahatan yang dilakukan tukang gendam (hypnotiest tradisional) yang suka mencari korban di pasar atau di mal,” tutur Erni Koesworini, pemilik EO Anggrek Communications.

Letta, yang berprofesi sebagai penyiar radio swasta di Jakarta itu mengaku, keikutsertaannya dalam workshop itu sekedar memenuhi rasa penasarannya mengenai hipnotis. “Syukur-syukur kalau bisa menguasai ilmunya, jadi bisa dipraktikkan untuk menyugesti anak-anak agar rajin belajar,” ujar Letta yang memiliki dua anak.

Ya, semenjak Deddy Corbuzier “membumikan” sulap lewat televisi dan menjadikan sulap dan pesulapnya kian dekat dengan masyarakat, rupanya kini gantian hipnotis mendapat giliran memasyarakat.

Bahkan, instruktur hipnotis Yan Nurindra yang siang itu memberikan workshop mengatakan, dirinya kini mengajar hipnotis di empat kota : Jakarta, Semarang, Yogyakarta dan Denpasar.

Itu artinya, ilmu hipnotis bukan lagi menjadi ilmu angker yang cuma dimiliki oleh mereka yang tabah berlaku batin dengan puasa, bertapa, atau melafal doa, seperti yang dilakukan oleh para hypnotiest tradisional, sebutan untuk mereka yang belajar ilmu hipnotis dengan cara-cara klasik seperti disebut di atas yang menghasilkan “orang-orang sakti” atau yang kita kenal dengan sebutan paranormal.

“Awalnya, saya belajar hipnotis juga dengan cara seperti itu. Menyepi ke tempat-tempat keramat,” tutur Yan.

Menurut Yan, praktik paranormal sebetulnya bagian dari hipnotis. Ketika mereka bertapa, berpuasa, dan berolah batin lainnya, sebetulnya mereka sedang memupuk keyakinan untuk berkemampuan sesuai dengan yang diinginkan. Misalnya, kemampuan untuk tak mempan senjata tajam, mampu mengobati, bahkan mempengaruhi orang lain. “Itu disebut self hypnotis,” jelas Yan.

Maka, ketika seseorang sudah memiliki keyakinan dirinya berkemapuan, orang tersebut bisa mentransfer ilmunya ke orang lain melalui sugesti.

Lalu, Yan pun memberi contoh bagaimana proses lahirnya sebuah jimat yang diberikan oleh “orang pintar”. Katanya, jimat itu sebetulnya anchor yang diberikan kepada suyet (orang yang dihipnotis). Adapun anchor, adalah sugesti berupa simbol-simbol yang akan menghasilkan reaksi pemikiran, emosional, atau perilaku tertentu.

Yan memberi contoh, saat suyet sudah berada di bawah pengaruh seorang paranormal, maka paranormal itu pun mulai memberi anchor. Misalnya dengan sugesti seperti ini, “saat kamu memegang benda ini (jimat) maka kamu tidak merasa panas saat kulitmu saya bakar dengan korek.”

Proses ini, menurut Yan, sama dengan munculnya fenomena hantu. Hantu, kata Yan, adalah entitas yang muncul dari diri seseorang yang pernah mendapat semacam anchor dari orang lain. Misalnya, sejak kecil kita sudah diberi anchor, bahwa kuburan, tempat gelap, pohon besar, rumah kosong, adalah tempat-tempat berhantu. Nah, saat kita berada di tempat-tempat tersebut, anchor itu pun mulai bekerja. Mereka yang secara fisik maupun mental sedang lemah, akan lebih mudah melihat ujud yang sekian lama mengendap di alam bawah sadarnya.

Ilmu hipnotis modern dikenal manusia sejak abad 18. Tokoh utamanya adalah Franz Anton Mesmer, dan disusul oleh James Braid, Charcot, Liebault, Bemheim, Sigmund Freud, Clark Haul, dan sebagainya.

Hipnotis oleh para pakar di barat lebih diyakini sebagai seni ketimbang klenik. Hipnotis, kata para pakar itu, merupakan seni sugesti, seni komunikasi, seni merubah tingkat kesadaran, dan seni eksplorasi alam bawah sadar.

Yan mengungkap, konsep dasar hipnotis adalah belajar memahami fakta dan mitos di sekitar hipnotis, memahami fungsi dan peranan Sub-Conscious (alam bawah sadar), memahami perbedaan antara Western hipnotis dan Eastern Hipnotis, memahami ruang lingkup Hipnotis dan fungsi hipnotis dalam kehidupan sehari-hari, dapat melakukan Hypnosis sederhana dengan prosedur yang benar, dengan orientasi utama ke stage hipnotis (Entertaintment Hypnosis), serta apresiasi terhadap aplikasi khusus hipnotis yang berisi antara lain : Professional Stage Hypnosis, Clinical Hypnotherapy, Forensic Hypnosis, dan Anodyne Awareness.

Secara sederhana, dengan memiliki dasar ilmu hipnotis seorang Hypnotist dapat membuat seseorang (Suyet) sangat relaks dan tenang. Bahkan pada orang-orang tertentu dan dalam situasi tertentu, seorang Hypnotist dapat membuat Suyet sangat tenang secara ekstrim, sehingga masuk ke suatu tahapan yang dikenal sebagai kondisi “Hypnotic” atau “Tertidur Hypnosis”.

Pada saat Suyet sudah dalam kondisi sangat rileks, atau dalam kondisi “Hypnos”, maka Hypnotist dapat memberikan sugesti-sugesti yang relatif lebih mudah diterima oleh Suyet dibandingkan dalam kondidi biasa.

Pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah setiap orang dapat menjadi seorang hypnotist? Yan memberi jawaban begini, “Hipnotis adalah ilmu komunikasi yang sangat prima. Oleh karena itu persyaratan dasar agar seseorang dapat menjadi seorang Hypnotist yang ahli, dia harus memiliki kemampuan komunikasi verbal dan non verbal (Body Language) yang sangat baik, dan bersifat persuasif, mampu menginterptrestasikan bahasa tubuh (Body Language) dari lawan komunikasi, Memiliki kreativitas tinggi dalam berkomunikasi, dan mampu untuk menyesuaikan diri dengan strata lawan komunikasi, memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

Kemudian, pertanyaan berikutnya adalah, apakah setiap orang bisa dihipnotis? Rupanya, ada beberapa persyaratan untuk seseorang bisa dihipnotis. Di antaranya adalah, ia harus pada kondisi Hypnotisability: tidak menolak (Secara Sadar), dapat berkomunikasi, berkemampuan untuk fokus.

Secara umum, wilayah kesadaran manusia memiliki tiga kategori. Terdiri dari: Kesadaran Tinggi (Super-Conscious), Kesadaran Normal (Conscious), Bawah Sadar (Sub-Conscious). Dalam kehidupan sehari-hari, mekanisme manusia biasanya terdiri: Conscious 12 % , Sub-Conscious 88 %.

Nah, keberhasilan praktik hipnotis adalah ketika suyet sudah berada pada situasi deep trance. Namun, untuk mencapat tingkat ini, ada faktor yang mempengaruhinya. Yakni, kondisi psikologis (Kejiwaan) suyet, tingkat keaktifan berpikir suyet, suasana dan kondisi lingkungan, ketrampilan seorang hypnotist, waktu, serta tingkat kepercayaan suyet terhadap seorang hypnotist.

Pre-Induction (pra-induksi) merupakan suatu proses untuk mempersiapkan suatu situasi dan kondisi yang bersifat kondusif antara seorang Hypnosis dan Suyet.

Agar proses Pre-Induction berlangsung dengan baik, maka sebelumnya Hypnotist harus dapat mengenali aspek-aspek psikologis dari Suyet, antara lain : hal yang diminati, hal yang tidak diminati, apa yang diketahui Suyet terhadap Hypnosis, dan seterusnya.

Pre-Induction dapat berupa percakapan ringan, saling berkenalan, serta hal-hal lain yang bersifat mendekatkan seorang Hypnotist secara mental terhadap seorang Suyet.

Pre-Induction merupakan tahapan yang bersifat kritis. Seringkali kegagalan proses hipnotis diawali dari proses Pre-Induction yang tidak tepat.

Langkah berikutnya adalah Induction (induksi). Merupakan kunci utama dalam proses hipnotis, karena proses inilah yang akan membawa Suyet dari kondisi “Beta” ke kondisi “Alpha” bahkan “Theta” dengan kondisi sepenuhnya di bawah kendali seorang Hypnotist.

Bagian utama dari induction adalah “kalimat kunci” dari seorang Hypnotist, ketika memerintahkan seorang Suyet untuk tidur “Hypnotic”, di mana selanjutnya Hypnotist akan mengambil alih kendali atas Sub-Conscious Suyet.

Secara utuh, proses induction terdiri dari 3 bagian, yaitu: Relaxation, adalah proses untuk mengurangi keaktifan BrainWave Suyet (High Beta to Low Beta). Induction, adalah Proses untuk membawa Suyet ke Brainwave Alpha, untuk selanjutnya siap di-sugesti dengan “kalimat kunci”. Deepining adalah proses untuk membawa Suyet ke “Trance Level” yang lebih dalam (Theta).

Selanjutnya, sampailah kita pada proses Dept Level Test. Seringkali diistilahkan dengan “Trance Level Test” atau pengujian tingkat kedalaman “Hypnotic” seorang Suyet.

Bagi seorang Stage hypnotist, perlu memperoleh seorang Suyet dengan tingkat kedalaman “Trance” tertentu. Minimal : Medium Trance. Bagi seorang Hypnotherapist, tingkat kedalaman “Trance” akan berkaitan dengan efektivitas pengaruh Sugesti Therapi yang akan diberikan kepada Suyet.

Depth Level Test dilakukan dengan cara memberikan perintah sederhana yang berlawanan dengan logika kesadaran biasa (Conscious). Jika tingkat kedalaman “Trance” yang dimaksud belum dicapai, maka Hypnotist harus melakukan “induction” kembali. Seringkali diikuti dengan segesti yang bersifat “provokatif”. Tidak setiap orang dapat mencapai tingkat “Trance” yang dalam. Hal ini tidak menjadi masalah dalam Hypnotherapy.

Kemudian kita menginjak pada langkah Suggestion atau Sugesti. Merupakan tahapan inti dari maksud dan tujuan proses hipnotis. Pada tahapan ini seorang Hypnotist mulai dapat memasukkan kalimat-kalimat sugesti ke Sub-Conscious Suyet.

Setelah itu, kita menuju tahapan Post Hypnotic Suggestion. Yakni, suatu Sugesti yang tetap “bekerja” walaupun seorang telah berada dalam kondisi pasca-hipnotis (normal). Post Hypnotic Suggestion merupakan hal penting yang mendasari proses Clinical Hypnotherapy.

Apabila hypnotist ingin mengendalikan Suyet, ia bisa menggunakan simbol bunyi atau tindakan. Inilah yang disebut Anchor. Yakni sugesti berupa simbol-simbol yang akan menghasilkan reaksi pemikiran, emosional, atau perilaku tertentu disebut juga dengan “Anchor”. Inilah yang sering dipraktikan Romy Rafael di televisi atau dikenal dengan istilah anchoring, yang merupakan proses “Programming” seorang Hypnotist terhadap Suyet. Misalnya, mulai saat ini, jika kamu melihat Warung Tegal, maka kamu tidak dapat menahan keinginan kamu untuk mentraktir saya!

Tahap paling akhir adalah Termination, yakni suatu tahapan untuk mengakhiri proses hipnotis. Konsep Termination adalah agar seorang Suyet tidak mengalami kejutan psikologis ketika terbangun dari “tidur hipnotis”.

Standar dari proses Termination adalah membangun sugesti positif yang akan membuat tubuh seorang Suyet lebih segar dan relaks, kemudian diikuti dengan regresi beberapa detik untuk membawa Suyet ke kondisi normal kembali.

Di ruang yang tak seberapa lebar itu, proses saling menghipnotis pun usai pada sore hari. Pasangan-pasangan yang sudah mempraktikan pelajaran hipnotis pun saling berdialog.

“Bagaimana rasanya?” tanya Letta kepada Suyet.
“Apanya yang bagaimana?” Suyet ganti bertanya.
“Terhipnotis nggak sama saya?”
Suyet tersenyum.
“Kok senyum?” Letta mulai penasaran.
Suyet senyum lagi. Letta tambah penasaran. Ia pun mulai merajuk, kepingin tahu betul, apakah ilmu hipnotisnya sudah bisa diandalkan atau belum.
“Gimana? Jangan senyum-senyum gitu dong,” ujar Letta tambah penasaran.
“Jawaban jujur atau terus terang?” Suyet menjawab.
“Ya yang jujur dong.”
“Saya malah terangsang.”
“Hah?!”
“Habis situ menghipnotisnya pakai pijat-pijat segala sih.”
(hipnotis.net)

Sejarah Hypnosis

Seperti bidang ilmu lainnya, ilmu hypnosis terus ber-evolusi untuk mencapai kesempurnaanya dalam teori dan praktek. Hypnosis yang ada sekarang sudah sangat maju dibanding hypnosis 100 tahun yang lalu. Para tokoh yang menggunakan hypnosis mencoba merumuskan hypnosis secara ilmiah dan juga menemukan berbagai teknik baru yang efektif. Kali ini kita akan membahas sejarah singkat hypnosis.

AWAL MULA HYPNOSIS

Penggunaan hypnosis sudah ada sebelum sejarah itu sendiri tercatat. Tentu saja waktu itu hypnosis belum dikenal dengan nama “hypnosis”. Hypnosis pada masa dulu dipraktekkan dalam ritual agama maupun ritual penyembuhan.

Catatan sejarah tertua tentang hypnosis yang diketahui saat ini berasa dari Ebers Papyrus yang menjelaskan teori dan praktek pengobatan bangsa Mesir Kuno pada tahun 1552 SM. Dalam Ebers Papyrus diceritakan di sebuah kuil yang dinamai "Kuil Tidur", para pendeta mengobati pasiennya dengan cara menempelkan tangganya di kepala pasien sambil mengucapkan sugesti untuk penyembuhan. Para pendeta penyembuh tersebut dipercaya memiliki kekuatan magis oleh masyarakat.

Seorang Raja Mesir yang bernama Pyrrhus, Kaisar Vespasian, Francis I dari Prancis dan para bangsawan Prancis lainnya sampai Charles X ternyata juga mempraktekkan cara pengobatan yang intinya memberi sugesti kepada pasien untuk sembuh.

Pada sebuah dinding kuil di India juga digambarkan suatu proses pengobatan pada saat pasien dalam kondisi trance yang dicapai melalui suatu tarian atau gerakan-gerakan monoton dalam acara ritual penyembuhan..

Pada sekitar tahun 1500 Paracelcus memperkenalkan suatu istilah Magnetisme, yaitu dengan magnet seseorang dapat disembuhkan penyakitnya, seperti halnya yang dia lakukan kepada pasien-pasiennya. Cara pengobatan inilah yang kemudian diadopsi oleh Mesmer.

Abad 18 adalah abad munculnya Hypnosis Modern. Diawali oleh kisah seseorang pendeta katolik bernama Gassner yang tinggal di Klosters sebelah timur Switzerland. Gassner punya teori "seseorang sakit adalah karena kemasukan setan". Untuk mencapai kesembuhan, setan itu harus dikeluarkan dari tubuh. Berbeda dengan para penyembuh waktu dulu yang menutup diri dari tinjauan medis, Gassner mempersilakan para dokter untuk mengobservasi cara pengobatannya.

Gassner mengobati pasiennya secara bersamaan. Pasien duduk berjajar secara memanjang seperti barisan kursi gereja. Sebelum Gassner keluar untuk menemui pasien, seseorang asisten Gassner memberi semacam ceramah yang salah satu isinya adalah ketika Gassner menyentuhkan tongkat salibnya ke badan pasien, maka pasien akan langsung tersungkur di lantai dan tidak sadarkan diri. Dan itulah yang benar-benar terjadi ketika Gassner menyentuhkan tongkat salibnya ke tubuh pasien satu per satu.

Pasien yang tidak sadarkan diri itu dianggap mati, dan ketika dibangunkan kembali, pasien dianggap lahir kembali dalam kondisi suci dan terbebas dari pengaruh setan. Dalam kondisi pasien tidak sadarkan diri, Gassner memberi sugesti bahwa setan telah diusir dari tubuh pasien. Pada tahun 1770-an, Mesmer termasuk salah satu dokter yang sering menyaksikan cara pengobatan Father Gassner.

Franz Anton Mesmer (1735-1815)

Mesmer lahir 23 Mei 1734, di Iznang, Lake Constance, Austria. Dia mendapatkan gelar Doctor pada tahun 1766 dengan makalahnya yang berjudul De Planetarum Influx (Dalam Pengaruh Planet-planet). Mesmer menyatakan bahwa dalam tubuh manusia terdapat cairan universal yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh. Cairan yang tidak mengalir dengan lancar karena tersumbat bisa menyebabkan manusia menjadi tidak sehat secara mental maupun fisik. Untuk itu Mesmer menggunakan magnet untuk melepaskan sumbatan aliran cairan tadi. Istilah ini dinamakan Animal Magnetism.

Metoda terapi yang dilakukan Mesmer adalah dengan mengisi penuh sebuah bak dengan air lalu diisi besi magnet. Pasien yang ingin diobati diminta memegang besi dalam bak air itu. Jika pasiennya lebih dari satu, mereka diminta memegang kabel yang menghubungkan satu sama lain dengan maksud agar energi magnet tersebut mengalir ke tiap tubuh pasien.

Kemudian pada saat pengobatan, Mesmer melakukan sebuah drama penyembuhan yang menimbulkan efek sugesti yang kuat. Hal ini membuat pasien yang ada menjadi terhanyut dalam imajinasi drama tersebut. Ada juga pasien yang mengalami halusinasi sehingga seolah-olah melihat tangan Mesmer mengeluarkan asap atau energi. Pada sesi terakhir proses penyembuhannya, Mesmer menyentuh pasien sambil memberi sugesti bahwa pasien sudah disembuhkan.

Mesmer mengklaim bahwa dirinya memiliki energi magnetis, semacam kesaktian yang bisa menyembuhkan. Mesmer juga mengaku bisa mengalirkan energi magnetis ke dalam gelas. Sehingga orang yang minum dari gelas itu dapat sembuh dari penyakitnya. Hal ini membuat Mesmer menjadi sangat terkenal dan kaya, tetapi di sisi lain ia mendapatkan perlawanan dari kalangan medis karena teorinya dinilai tidak ilmiah.

Kondisi ini membuat Mesmer tidak betah di Wina dan kemudian pindah ke Prancis. Nasib Mesmer ketika di Prancis pun tidak jauh beda. Meskipun beberapa dokter mendukung dan masyarakat merasa tertolong dengan kehadiran Mesmer, sebagian besar dokter Prancis tidak senang dengan Mesmer. Sebab itulah pada tahun 1781 Mesmer pindah ke Belgia.

Ternyata, kepergian Mesmer dari Prancis ke Belgia tidak membuat ajaran mesmerisme mati. Mesmerisme makin berkembang pesat di Prancis dan membentuk sebuah organisasi yang khusus mempelajari Mesmerisme. Kemudian atas permintaan penganut mesmerisme di prancis, Mesmer kembali lagi Ke Prancis.

Kedatangan Mesmer ke Prancis yang kedua kalinya ini juga mendapatkan perlawanan dari kalangan medis. Mereka meminta Raja Louis XVI untuk membentuk komisi khusus yang menyelidiki metode penyembuhan mesmer. Hasil penyelidikan ini mendiskreditkan Mesmer. Akhirnya Mesmer Pindah ke sebuah desa kecil di Swis dan menghabiskan masa tuanya untuk mengobati orang-orang miskin.

Marquis de Puysegur (1751 – 1825)

Puysegur adalah seorang mantan Militer Prancis yang mendalami Mesmerisme. Dia manyatakan perlunya eksperimen dalam pengembangan Mesmerisme. Puysegur memperkenalkan banyak konsep baru bagi Mesmerisme, seperti somnambulisme artifisial, otomatisme motor, katalepsi, anestesia, amnesia, perbedaan individual dalam sugestibilitas, serta halusinasi positif dan negatif.




John Elliotson (1791 -1868)

Jhon Elliotson adalah profesor dari University Hospital di London, Inggris. Dia mengenal hypnosis dari Richard Chenevix, seorang murid dari Faria, dan mendalami hypnosis dari Baron de Potet.

Elliotson memulai eksperimen hypnosisnya di tahun 1837. Dia menemukan bahwa pasiennya bisa menjalani pembedahan tanpa merasa nyeri. Dia melakukan hypnosis kepada pasiennya kapanpun itu memungkinkan. Namun apa yang dilakukan Elliotson bertentangan dengan keyakinan para dokter senior waktu itu. Main stream saat itu mempercayai bahwa rasa sakit dibutuhkan dalam proses penyembuhan. Konsekwensinya Elliotson pun di-diskterditkan oleh banyak dokter.

Tidak peduli dengan komentar orang lain, Elliotson terus maju memperkenalkan magnetisme kepada dokter-dokter muda yang diharapkan punya pemikiran baru. Dia mendapatkan banyak sekali pengikut dari dokter-dokter muda. Namun serangan dari kalangan dokter senior semakin kuat sampai pada titik Elliotson memutuskan untuk keluar dari Rumah Sakit dan Universitas, dan tidak pernah kembali lagi.

Elliotson memperjuangkan magnetisme agar diterima secara resmi oleh dunia medis selama 30 tahun. Dia juga menerbitkan sebuah jurnal bernama "Zoist" yang membuat James Esdaile tertarik.


James Esdaile (1808 - 1859)

Dia adalah dokter asal Skotlandia yang bertugas di sebuah rumah sakit di Calcutta, India. Esdaile mencatat rekor penggunaan Mesmerisme dalam pembedahan. Dilaporkan bahwa dia berhasil melakukan ribuan operasi kecil dan 300 operasi besar tanpa rasa sakit. Adanya Mesmerisme yang bisa menghilangkan rasa sakit ini sangat penting karena pada waktu itu belum ditemukan obat bius. Semua dokter waktu itu, apabila tidak menggunakan Mesmerisme, maka harus melakukan pembedahan dengan mengandalkan kecepatan tangan sambil mendengarkan jeritan sakit dari pasien.

Sejak jaman Mesmer tahun 1735 sampai periode James Esdaile tahun 1859, Hipnotisme (yang waktu itu masih dikenal sebagai mesmerisme) banyak mendapatkan pertentangan dari kalangan medis, karena mereka menganggap Mesmerisme tidak ilmiah dan mengandung unsur mistik.

Pada tahun 1846, nitrous oxide dan ether telah ditemukan dan sangat berhasil digunakan dalam pembedahan dan menjadi pilihan dunia kedokteran saat itu. Apa yang dilakukan oleh Esdaille dan Elliotson dianggap menyimpang dari praktik kedokteran yang umum berlaku saat itu.


James Braid (1795 - 1860)

Dokter dan Penulis terkenal di Inggris.

James Braid adalah orang pertama yang mencoba menjelaskan fenomena mesmerisme dari sudut pandang ilmu psikologi. Ia adalah seorang ahli bedah dan seorang penulis yang produktif dan andal. Ia juga sangat dihormati oleh British Medical Associatian.

Pada tahun 1841, ia melakukan pemeriksaan medis pertama terhadap seorang subjek yang berada dalam kondisi trance mesmerisme. Setelah pemeriksaan pertama, ia memulai eksperimen pribadi dan melibatkan rekan kerja yang ia percaya. Dari hasil penelitian yang ia lakukan, akhirnya hypnosis dapat dijelaskan dalam kerangka ilmiah dan diterima sebagai suatu teknik pengobatan oleh dunia kedokteran Inggris.

Dalam penelitiannya, Braid menemukan bahwa memfokusan pandangan mata (eye fixation) mengakibatkan suatu kondisi kelelahan, misalnya kelopak mata menjadi sangat lelah sehingga tidak bisa dibuka oleh subjek. Ia beranggapan, itu adalah kunci mesmerisme. Setelah melakukan lebih banyak eksperimen, Braid akhirnya mengembangkan teori tentang perhatian mata. Ia meminta subjek untuk menatap berbagai objek dari berbagai posisi, termasuk memandang matanya dan juga api lilin, dan berhasil membawa subjek masuk ke kondisi trance.

James Braid disebut sebagai Bapak Hypnosis, karena dia yang memperkenalkan nama hypnosis atau hypnotism untuk menggantikan mesmerisme dan magnetisme.


Dokter Prancis yang baik hati yang mengabdi pada rakyat miskin, yang tidak pernah menuntut biaya pengobatan kepada pasiennya. Liebeault menyatakan bahwa yang membuat orang memasuki kondisi hyposis adalah sugesti verbal (sugesti yang diucapkan). sugestibilitas dan kemampuan imajinasi klien dipandang sebagai kunci keberhasilan hipnoterapi.




Jean Martin Charcot (1825 – 1893)

Neurolog (Psikiater) - Prancis

Charcot adalah neurolog yang sangat terkenal di prancis. Disamping nama besarnya dalam dunia medis, eksperimennya dalam bidang hypnosis tidak dilandasi oleh pengetahuan yang mendalam. Sehingga dia menyimpulkan bahwa hypnosis adalah kondisi tidak normal yang bisa melemahkan pikiran seseorang. Apa yang dikatakan Charcot tentang hypnosis telah membuat ilmu hypnosis mundur, sehingga hanya sedikit orang yang mempelajari hypnosis. Pendapat Charcot ini kemudian ditentang oleh Nancy School of Hypnosis.


Sigmund Freud (1856 – 1939)

Neurolog (Psikiater) – Wina, Austria

Jasa terbesar Freud dalam bidang memahami pikiran manusia adalah menyusun teori yang sistematis tentang pikiran sadar, pikiran tak sadar, dan cara kerja pikiran. Dia juga menemukan teknik psikoterapi yang dinamakan psikoanalisa. Namun dalam bidang hypnosis, dia bukanlah tokoh yang ikut mengembangkannya, alih-alih menyebabkan kemunduran hypnosis. Sebagai tokoh yang disegani, pernyataannya yang negatif mengenai hypnosis telah membuat para pakar lain untuk berhenti atau tidak mau mempelajari hypnosis.

Freud menghabiskan waktu 19 minggu untuk belajar hypnosis dari Charcot. Namun dalam praktek hypnosis, Freud sering gagal menghipnotis orang normal karena dia kurang terampil menjalin rapport dengan klien yang. Karena kegagalannya itu, Freud membuat pernyataan bahwa hypnosis hanya berhasil untuk orang yang sakit mental dan mengklaim bahwa hypnosis memiliki efek samping yang membahayakan. Apa yang dikatakan Freud tersebut serupa dengan pendahulunya, Charcot.

Freud meninggalkan hypnosis, dan kemudian menciptakan psikoanalisa. Ada yang belum banyak diketahui orang mengenai hubungan Freud dan hypnosis. Meskipun Freud tidak menggunakan hypnosis dalam menerapi pasiennya, sebenarnya dia tetap mempelajari dan mengamati perkembangan hypnosis. Freud ternyata sangat tertarik dengan hypnosis.

Diceritakan oleh Gerald F. Kein dalam pelatihannya, bahwa beberapa bulan sebelum Freud meninggal, dia merekam pernyataannya tentang hypnosis. Ada audio tape dari Frued yang dibawakan oleh seorang keponakan Freud di acara konverensi tahunan hypnosis. Isinya kurang lebih: kami telah mempelajari hypnosis selama 39 tahun, dan kami masih belum mengenal seluruhnya tentang hypnosis. Jika kami menyadari dari dulu bahwa hypnosis adalah alat yang paling efektif dalam transformasi pikiran manusia, kami tidak akan mengembangkan psikoanalisis yang sekarang masih dianggap orang sangat berguna.....”


Carl Gustav Jung (1875-1961)

Seorang Psikiater asal Swiss yang merupakan murid Freud ini juga mengembangkan hypnosis. Dia berpendapat bahwa proses hypnosis harus dilakukan secara otoriter, langsung memerintah klien untuk mengikuti apa yang dikehendaki oleh therapist.

Jung tidak mau melanjutkan hal ini karena dia tidak mau memaksakan kehendak dirinya kepada klien. Pada tahun-tahun ini, hypnosis tidak berkembang dengan baik. Hal ini terjadi karena setiap orang-orang terkenal di atas beranggapan bahwa dalam proses hypnosis, yang berperan adalah hypnotist-nya atau orang yang melakukan hypnosis. Seorang hypnotist dianggap punya kekuatan psikologis yang bisa mempengaruhi orang lain.


Milton Hyland Erickson

Milton Hyland Erickson (1901-1980)

Erickson dipandang sebagai hipnoterapis dan psikoterapis yang paling kreatif sepanjang sejarah hypnosis. Kehebatan Erickson di dunia psikoterapi mungkin bisa disetarakan dengan Freud dalam menjelaskan perilaku manusia. Erickson menjalani hidup yang unik dengan keterbatasan yang ia alami, mulai dan buta warna, agak tuli, dan dislexia. Ia juga menderita sakit polio sebabnyak dua kali, yaitu pada usia 17 dan 51 tahun.

Erickson sangat berbeda pendapat dengan pendahulunya mengenai hypnosis. Dia menyatakan bahwa dalam suatu proses hypnosis, yang paling berperan adalah pikiran klien sendiri. Erickson juga menyatakan bahwa hypnosis adalah kondisi yang wajar dan tidak bisa digunakan untuk membuat orang lain melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keyakinan dan normal yang dianut seseorang.

Erickson mengubah pola sugesti hypnosis dari yang bersifat direct (langsung memerintahkan subjek untuk melakukan sesuatu) menjadi indirect (tidak langsung dengan cara menggunakan cerita atau perumpamaan). Dia juga mengembangkan teknik-teknik sugesti serta pendekatan ideodinamik (pola interaktif) dalam proses terapi. Selama enam puluh tahun, M. Erickson rata-rata menghipnotis 14 orang per harinya! Dengan berbagai macam teknik yang dilakukan Erickson, prosentasi orang yang dapat dihipnosis dalam suatu komunitas menjadi naik.

Orangnya sangat kocak, bahkan dengan non verbal pun dia dapat menghipnotis orang lain cukup hanya dengan bersalaman saja. Akibatnya banyak teman-teman dekat Erickson tidak mau bersalaman dengannya karena takut dihipnotis.Atas jasanya, maka hypnosis dapat diterima oleh Asosiasi Medis Amerika dan Asosiasi Psikiatris Amerika sebagai alat terapi sejak tahun 1958.

Dave Elman (1900-1967)

Ormond McGill (1913-2005)

Tokoh-tokoh lain yang mengembangkan hypnosis setelah masa Erickson adalah Dave Elman yang mengembangkan teknik induksi cepat yang sangat berguna untuk dokter dan dokter gigi. Karir Elman dalam hypnosis melonjak sejak pertunjukan hypnosisnya yang disaksikan banyak dokter. Sejak saat itu, banyak sekali dokter yang belajar hypnosis dari Dave Elman.

Disamping Dave Elman adalah Ormond Mc Gill yang spesialisasinya sebagai seorang Stage Hypnotist dan dijuluki sebagai The Dean of American Hypnotist. Bukunya yang berjudul The New Encyclopedia of Stage Hypnotism menjadi semacam "kitab suci" bagi setiap orang yang ingin mendalami hypnosis.


Setelah melalui proses sejarah yang panjang, dengan perjuangan para tokoh-tokoh yang mengembangkan dan memperkenalkannya kepada umum, sekarang hypnosis sudah diterima sepenuhnya sebagai alat terapi yang berguna dan aman. Hypnosis telah diakui sebagai salah satu dari metode terapi yang sah oleh berbagai lembaga negara, diantaranya British Medical Association pada 1955, American Medical Association pada 1958, dan American Psychological Association pada 1960. (hypnosis45.com)

Proses Hypnosis

Apa yang kami jelaskan di bawah ini adalah proses hypnosis yang mengacu pada praktek hypnosis klasik. Apa itu hypnosis klasik? Hypnosis klasik adalah teori dan praktek hypnosis yang berkembang sebelum masa Dr. Milton H. Erickson. Ciri khas dari hypnosis klasik adalah klien harus melalui fase trance "semacam tidur" sebelum terapi yang sesungguhnya dimulai. Hypnosis klasik adalah teknik hypnosis yang paling populer.

Hypnotherapy bisa saja dilakukan dengan tanpa melalui trance, tapi kebanyakan klien dan hypnotherapist merasa lebih nyaman apabila melakukan terapi dengan gaya hypnosis klasik. Kami mengutamakan prosedur hypnosis klasik dalam setiap sesi hypnotherapy yang kami lakukan. Namun tidak jarang, kami mengunakan waking hypnosis, NLP dan EFT. Semua itu disesuaikan dengan kondisi klien.

1. Pre-Induction
Ketika Anda pertama kali mengetahui suatu informasi tentang kami atau pada waktu bertemu kami, inilah yang disebut Pre-Induction, tahap sebelum dimulai induksi. Setelah Anda mengisi formulir terapi, kami membuka percakapan mengenai masalah Anda, menghilangkan miskonsepsi dan rasa takut Anda terhadap hypnosis, serta menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda. Pre-Induction juga disebut tahap Pre-Talk

2. Suggestibility Test / Uji sugestibilitas
Uji sugestibilitas digunakan untuk mengetahui apakah seseorang memiliki tipe physical suggestibility (sugestibilitas fisik) atau emotional suggestibility (sungestibilitas perasaan). Mengetahui tipe sugestibilitas seseorang sangat penting untuk menentukan tipe induksi yang digunakan dan teknik terapi yang cocok.

3. Induction / Induksi
Induksi (dalam bahasa hypnosis) adalah cara yang digunakan oleh hypnotist untuk membimbing klien mengalami trance hypnosis. Trance hypnosis adalah suatu kondisi kesadaran dimana bagian kritis pikiran sadar tidak aktif, sehingga klien sangat reseptif terhadap sugesti yang diberikan oleh hypnotist.

Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk induksi. Akan sangat panjang dan terlalu teknis bila kami jelaskan disini. Cukup Anda perhatikan satu hal penting ini: Syarat utama agar proses induksi berjalan lancar adalah Anda harus bersedia dihipnotis. Bila Anda menolak dihipnotis maka kami atau siapapun tidak akan mampu menghipnotis Anda. Hypnosis tidak bisa diterapkan secara paksa.

4. Deepening
Deepening merupakan kelanjutan dari induksi. Tujuannya dari penggunaan teknik deepening adalah untuk membuat klien semakin suggestible (meningkatkan kemampuan untuk menerima sugesti). Kita mengenal ada beberapa tingkatan trance hypnosis. Secara sederhana kita bisa membagi tingkatan trance hypnosis menjadi light trance, medium trance, deep trance atau somnambulism. Somnambulism adalah kondisi mental dimana pikiran subjek menjadi sangat sugestif. Level trance hypnosis yang paling tepat untuk terapi ataupun untuk stage hypnosis adalah somnambulism.

Oleh karena itu, apabila setelah induksi seorang klien belum mencapai kondisi somnambulism, hypnotist perlu melakukan deepening dengan teknik tertentu yang bisa membuat klien mengalami somnambulism. Untuk mengetahui tingkat tance hypnosis yang dialami klien, hypnotist bisa melakukan trance level test, atau bagi hypnotist yang berpengalaman cukup melihat dari tanda-tanda yang ditunjukkan klien.

5. Terapi Pikiran Dimulai
Banyak hypnotist pemula yang kurang memahami bahwa dalam menjalankan hypnotherapy, ada teknik-teknik tertentu yang harus dikuasai. Sering kali ada hypnotist pemula yang karena sudah menguasai teknik induksi (membimbing orang mengalami trance hypnosis), maka dia merasa sudah menguasai seluruh ilmu hypnosis.

Misalkan komputer dengan OS Windows, teknik induksi hanyalah password. Orang yang mengetahui password dan berhasil membuka windows belum tentu memahami cara mengoperasikan atau membuat program komputer dengan benar, salah-salah malah bisa merusaknya. Begitu juga dengan hypnosis, orang yang baru bisa menghipnotis belum tentu bisa melakukan terapi untuk menyelesaikan masalah yang serius.

Dalam banyak kasus, memberi sugesti secara langsung (direct suggestion) memang sangat efektif dan sudah bisa membuat klien mengalami perubahan drastis. Namun apabila masalah yang dihadapi klien sebenarnya disebabkan oleh peristiwa traumatik di masa lalu, maka perlu dilakukan teknik khusus seperti age regression, time line therapy, hipnoanalisa, forgiveness therapy, chair therapy, atau teknik-teknik lainnya.

6. Terminasi / Mengakhiri Sesi Hypnotherapy
Inilah bagian yang kami suka. Karena begitu klien membuka mata, kami sering melihat senyum yang ceria dan mata berbinar. Itulah mengapa kami selalu ketagihan melakukan hypnotherapy. Membangunkan klien dari hypnosis adalah hal yang paling mudah dan menyenangkan, lebih mudah daripada membangunkan remaja di hari minggu. Siapapun tidak perlu takut dihipnotis karena takut tidak bisa bangun. Sepanjang sejarah penggunaan hypnosis yang saya tahu, tidak satupun orang yang tidak bisa bangun dari kondisi hypnosis. (hypnosis45.com)

Jenis Hypnosis Menurut Manfaatnya

Banyak sekali manfaat hypnosis. Karena terlalu banyak dan sangat bervariasi, tidak seorangpun yang bisa secara pasti menyebutkan apa saja manfaat yang bisa diperoleh dari hypnosis. Hypnosis bisa berperan hampir di semua bidang kehidupan yang melibatkan pikiran manusia. Jenis-jenis hypnosis di bawah ini dibedakan bedasarkan bidang aplikasinya yang paling populer dalam dunia hypnosis.

1. HYPNOTHERAPY / CLINICAL HYPNOSIS
Hypnotherapy atau Clinical Hypnosis adalah aplikasi hypnosis dalam menyembuhkan gangguan mental dan meringankan gangguan fisik. Hypnosis telah terbukti secara medis bisa mengatasi berbagai macam gangguan psikologis maupun fisik. HYPNOSIS, tidak seperti cara pengobatan lain yang mengobati gejala (simptom) atau akibat yang muncul. Hynosis ber-urusan langsung dengan penyebab suatu masalah. Dengan menghilangkan penyebabnya maka secara otomatis akibat yang ditimbulkan akan lenyap atau tersembuhkan.

Kita ambil contoh kasus Psikosomatis. Jika seseorang menderita psikosomatis misalnya nyeri punggung yang tak kunjung sembuh, dia bisa saja menggunakan obat penahan rasa sakit untuk menghilangkan rasa sakit di punggungnya. Namun hilangnya rasa sakit itu hanya sementara, setelah pengaruh obatnya hilang dia akan merasa sakit lagi dan meminum obat lagi. Ini sama sekali bukan penyembuhan. Orang tidak akan benar-benar sembuh dengan cara itu. Obat hanya akan melemahkan kita karena hidup kita menjadi tergantung dengan obat itu. Dengan hypnosis, psikosomatis bisa sembuh permanen dalam waktu sangat singkat.

2. MEDICAL AND DENTAL HYPNOSIS
Yaitu penggunaan hypnosis untuk dunia medis, terutama oleh dokter ahli bedah dan dokter gigi dalam menciptakan efek anesthesia tanpa menggunakan obat bius. Teknik hypnosis yang digunakan untuk anestesi sudah digunakan oleh John Elliotson (1791 -1868). Elliotson adalah dokter yang pertama kali menggunakan mesmerisme (nama kuno dari hypnotism) untuk melakukan pembedahan tanpa rasa sakit. Catatan: pada masa itu belum ditemukan obat bius yang disuntikkan ataupun dihirup.

3. COMEDY HYPNOSIS
Comedy hypnosis adalah hypnosis yang digunakan untuk hiburan semata. Comedy Hypnosis juga sering disebut sebagai Stage Hypnosis. Dinamakan stage hypnosis atau hypnosis panggung karena pada awalnya hypnosis untuk hiburan hanya diperankan di atas panggung. Namun Comedy Hypnosis sekarang tidak terbatas dalam panggung. Di jalan, taman, mall, kampus atau dimana saja Anda bisa mempraktekkan Comedy Hypnosis.

Untuk mempelajari Comedy hypnosis sangat mudah. Anda hanya butuh waktu beberapa jam saja, dan sudah siap untuk terjun ke lapangan. Jika Anda pernah melihat acara stage hypnosis, mungkin Anda menjadi takut dengan hypnosis karena sepertinya seorang hipnotist bisa se-enaknya mengendalikan subjek (orang yang dihipnotis).

Sebenarnya tidak ada orang lain yang bisa mengendalikan Anda, kecuali Anda mengizinkan untuk dikendalikan. Semua subjek yang menjadi peserta stage hypnosis sudah mengizinkan dirinya untuk dihipnotis, dan secara tidak langsung dia juga mengizinkan dirinya untuk "dipermainkan" oleh hipnotist. Jika dirinya tidak mau ditertawakan, pastinya dia tidak bersedia dihipnotis. Seandainya Anda menolak untuk dihipnotis, maka sekuat apapun hypnotist berusaha, Anda tidak akan bisa terhipnotis.

4. FORENSIC HYPNOSIS
Dalam penyelidikan kepolisian, hypnosis bisa digunakan untuk menggali informasi dari saksi. Suatu kejadian traumatis seperti dalam kasus kejahatan yang menakutkan cenderung membuat pikiran bawah sadar menyembunyikan ingatan yang lengkap tentang kejadian tersebut agar tidak bisa diingat oleh pikiran sadar. Tujuan pikiran sadar menyembunyikan informasi itu sesungguhnya untuk kebaikan diri sendiri, karena apabila kejadian itu bisa diingat dalam kondisi sadar, maka rasa ketakutan akan sering muncul tanpa sebab. Dengan bantuan hypnosis, korban atau saksi bisa mengingat kembali dengan sangat jelas.

Hypnosis tidak bisa digunakan untuk mendapatkan pengakuan yang jujur dari pelaku kriminal. Pertama karena pelaku kejahatan pasti akan menolak untuk dihipnotis, dan kedua dalam kondisi hypnosis, seseorang tetap bisa berbohong. Hypnosis berperan mengungkap kejahatan jika diterapkan kepada saksi atau korban. Dengan teknik regresi atau hypernesia, saksi atau korban kejahatan bisa menceritakan dengan sangat rinci tentang peristiwa yang pernah dialaminya.

5. METAPHYSICAL HYPNOSIS
Metaphysical hypnosis adalah aplikasi hypnosis dalam meneliti berbagai fenomena metafisik seperti Out of Body Travel, ESP, Clairvoyance, Clairaudience, Komunikasi dengan inner-self, meditasi, mengakses kekuatan superconscious mind dan eksperimen-eksperimen metafisika lainnya. Kebetulan kami kurang tertarik untuk mengembangkan Metaphysical Hypnosis. Dengan kata lain, kami bukan tempat bertanya yang tepat apabila anda punya pertanyaan tentang manfaat hypnosis untuk hal-hal metafisik tersebut. (hypnosis45.com)

Gelombang Otak dan Hypnosis

Jaringan otak manusia hidup menghasilkan gelombang listrik yang berfluktuasi. Gelombang listrik inilah disebut brainwave atau gelombang otak. Dalam satu waktu, otak manusia menghasilkan berbagai gelombang otak secara bersamaan. Empat gelombang otak yang diproduksi oleh otak umumnya manusia yaitu beta, alpha, tetha, delta. Akan tetapi selalu ada jenis gelombang otak yang paling dominan, yang menandakan aktivitas otak saat itu. Gelombang otak menandakan aktifitas pikiran seseorang.

EEG Gelombang Otak


Gelombang otak diukur dengan alat yang dinamakan Electro Encephalograph (EEG). EEG ditemukan pada tahun 1929 oleh psikiater Jerman, Hans Berger. Sampai saat ini, EEG adalah alat yang sering diandalkan para peneliti yang ingin mengetahui aktivitas pikiran seseorang.

Beta, frekuensi 12 - 25 Hz.

Dominan pada saat kita dalam kondisi terjaga, menjalani aktifitas sehari-hari yang menuntut logika atau analisa tinggi, misalnya mengerjakan soal matematika, berdebat, olah raga, dan memikirkan hal-hal yang rumit. Gelombang beta memungkinkan seseorang memikirkan sampai 9 obyek secara bersamaan.

Alpha, frekuensi 8 - 12 Hz.

Dominan pada saat tubuh dan pikiran rileks dan tetap waspada. Misalnya ketika kita sedang membaca, menulis, berdoa dan ketika kita fokus pada suatu obyek. Gelombang alpha berfungsi sebagai penghubung pikiran sadar dan bawah sadar. Alfa juga menandakan bahwa seseorang dalam kondisi light trance atau kondisi hypnosis yang ringan.

Theta, frekuensi 4 - 8 Hz
Dominan saat kita dalam kondisi hypnosis, meditasi dalam, hampir tidur, atau tidur disertai mimpi. Frekuensi ini menandakan aktivitas pikiran bawah sadar.

Delta, frekuensi 0,1 - 4 Hz.

Dominan saat tidur lelap tanpa mimpi.

Penemuan alat untuk mengukur gelombang otak berpengaruh positif terhadap perkembangan hypnosis. Hypnosis yang semula dianggap sebagai hal yang misterius, menakutkan, dan dianggap fenomena supranatural, sekarang sudah diterima secara ilmiah sebagai kondisi alami manusia.

Telah dilakukan penelitian pada sejumlah subjek dan diperoleh hasil bahwa subyek yang sedang dalam kondisi hypnosis, gelombang otaknya antara alpha dan theta. Dalam kondisi terjaga, gelombang otak subyek umumnya adalah beta. Begitu dilakukan induksi, maka gelombang otak subyek secara cepat turun ke alpha, dan setelah dilakukan teknik deepening, otak subyek menunjukkan gelombang theta. Diyakini oleh para ilmuan bahwa apabila otak memproduksi gelombang otak theta yang dominan, maka sedang terjadi aktifitas pikiran bawah sadar.

Sekarang anda sudah tahu bahwa seorang dalam kondisi trance hypnosis gelombang otaknya adalah antara alpha dan theta. Pertanyaannya, apakah gelombang otak alpha dan theta hanya terjadi pada kondisi trance hypnosis saja?

Ternyata tidak. Secara alami anda memasuki kondisi alpha dan theta setiap akan tidur dan bangun tidur. Ketika anda sudah merasa sangat rileks, tenang, dan hampir tertidur, tapi anda masih menyadari keberadaan anda, maka seperti itulah kondisi hypnosis. Ketika anda terjaga dari tidur, dan masih malas untuk beranjak dari tempat tidur karena masih ingin melanjutkan tidur lagi, maka seperti itulah kondisi hypnosis.

Bedanya ketika anda akan tidur yaitu anda hanya mengalami kondisi alpha-theta dalam beberapa menit saja, kemudian gelombang otak anda turun ke delta (tanda bahwa tubuh dan pikiran anda beristirahat total). Sedangkan dalam kondisi hypnosis, anda bisa mengalami kondisi trance (gelombang otak alpha-theta) dalam waktu yang lama.

Orang yang bermeditasi, berdoa dengan khusyuk, terpana melihat sesuatu, terhanyut membaca novel atau suatu cerita, melamun dan semacamnya juga menghasilkan gelombang otak alpha sampai theta.

Dengan mengetahui bahwa kondisi hypnosis adalah kondisi yang alami bagi manusia, maka tidak perlu ada ketakutan lagi bahwa hypnosis itu berbahaya. Kecurigaan bahwa ada unsur magic/sihir/paranormal dalam hypnosis sudah lenyap sejak diketahui bahwa hypnosis itu fenomena mental yang alami.

Meluruskan Salah Paham

Di era kebebasan informasi sekarang ini, salah paham tentang hypnosis masih banyak terjadi. Bukan hanya di Indonesia, persepsi bahwa hypnosis adalah kejahatan plus sihir juga terjadi Amerika dan negara-negara lainnya.

Cobalah tanyakan kepada 10 orang awam di sekitar Anda, "Apa itu hipnotis?". Kemungkinan besar mereka akan menjawab semacam ini: "Hipnotis adalah ilmu hitam yang digunakan kejahatan dengan cara membuat korban tidak sadar dan menuruti perintah orang yang menghipnotis".

Apakah definisi hypnosis di atas benar?

Mari kita melacak asal mula kesalah-pahaman tentang hypnosis.

salah persepsi svengali miskonsepsi hypnosis

Tahun 1894, George du Maurier membuat novel yang bercerita tentang seorang tokoh jahat bernama Svengali. Svengali punya kekuatan mistis yang bisa menguasai pikiran orang lain. Novel ini sukses, dan kemudian dibuat film pada tahun 1933. Film ini pun ditonton jutaan orang. Sejak saat itu, Svengali seolah-olah menjadi ikon hypnosis. Masyarakat secara tidak sadar menjadi takut dengan hypnosis. Novel dan film Svengali berhasil menciptakan kesalah-pahaman besar terhadap hipnotis.

Svengali hanyalah yang pertama. Setelah Svengali, ada puluhan film lain yang menimbulkan kesalahpahaman terhadap hypnosis. Di Indonesia sendiri ada beberapa sinetron yang menimbulkan kesan bahwa hypnosis adalah kejahatan atau ilmu hitam.

Pencitraan dan penggunaan kata yang salah pada berita yang dimuat di surat kabar, radio dan televisi juga sangat berpotensi memperbesar miskonsepsi dan ketakutan masyarakat terhadap hypnosis. Sampai hari ini, masih sering ditulis di koran bahwa ada kejahatan menggunakan hipnotis. Cobalah Anda cari di google dengan kata kunci "korban hipnotis" atau "kejahatan hipnotis", maka Anda akan menemukan ratusan artikel kasus kejahatan yang dikatakan menggunakan hipnotis. Padahal sebenarnya hypnosis tidak bisa digunakan untuk kejahatan semacam itu. Lebih jelasnya, baca artikel Kejahatan Hipnotis, Apakah Bisa ?

Menurut pengamatan kami, sebagian praktek kejahatan yang diberitakan sebagai kejahatan hipnotis sebenarnya adalah pembiusan atau penipuan belaka yang memanfaatkan kelemahan korban. Mungkin ada baiknya apabila rekan-rekan di media masa memahami apa itu hypnosis dan bedanya dengan penipuan supaya mereka bisa menggunakan kata "hipnotis" secara bijaksana dan pada tempatnya.

Di bawah ini coba sebutkan beberapa miskonsepsi hypnosis, disertai dengan penjelasan yang benar mengenai miskonsepsi tersebut.

Miskonsepsi: Hypnotist (orang yang menghipnotis) menggunakan kekuatan supranatural tertentu yang bisa mempengaruhi atau mengendalikan pikiran orang lain.

Hypnosis adalah ilmu pengetahuan yang ilmiah walaupun terlihat misterius bagi orang yang belum mengenalnya. Seorang ahli hypnosis tidak menggunakan kekuatan supranatural, gaib, mistik, bantuan jin dan sebagainya. Hypnosis menggunakan kekuatan sugesti atau pengaruh kata-kata yang disampaikan dengan teknik-teknik khusus. Satu-satunya kekuatan dalam hypnosis adalah kata-kata dan pemahaman bahasa. Anda hanya bisa terhipnotis jika anda memahami bahasa orang yang menghipnotis anda. Misalnya ada pakar hypnosis dari Amerika datang untuk menghipnotis orang Indonesia, maka yang bisa terhipnotis hanya orang yang memahami Bahasa Inggris saja. Sugesti disampaikan melalui kata-kata, dan kata-kata tersebut harus dipahami oleh orang yang dihipnotis.

Miskonsepsi: Hypnosis bisa digunakan untuk memaksa seseorang secara halus sehingga mau melakukan sesuatu yang merugikan atau berbahaya.

Anda hanya bisa dihipnotis apabila anda bersedia mengikuti instruksi atau arahan ahli hypnosis sehingga anda memasuki kondisi trance (pikiran bawah sadar terbuka). Dalam kondisi hypnosis, Anda tidak akan kehilangan kendali atas pikiran anda. Kalau Anda tidak setuju atau tidak suka atau tidak mengerti maksud dari sugesti yang diberikan, pikiran bawah sadar Anda akan menolaknya. Sugesti yang bertentangan dengan keyakinan dan nilai dasar seseorang tidak akan berpengaruh sedikitpun. Misalnya Anda diberi sugesti untuk membenci nabi yang Anda yakini benar, maka sugesti ini tidak berpengaruh kepada Anda.

Miskonsepsi: "Saya tidak mau dihipnotis karena takut dibuat malu. Saya tidak mau ditertawakan orang sebab melakukan kekonyolan ketika dihipnotis."

Hal tersebut hanya terjadi dalam stage hypnosis atau hypnosis untuk hiburan. Dalam praktek hypnotherapy, Anda tidak akan diperintahkan untuk melakukan sesuatu yang tidak Anda inginkan. Orang yang bersedia dihipnotis untuk melakukan hal-hal lucu sebenarnya juga sudah mengizinkan dirinya untuk melakukan perilaku lucu tersebut. Seorang stage hypnotist selalu meminta izin dari sukarelawan yang akan hipnotis. Tanpa izin dan kesediaan orang yang bersangkutan, hypnosis tidak akan terjadi.

Miskonsepsi: Hypnosis berasal dari kekuatan supranatural.

Sejak abad 18, lembaga kedokteran Perancis yang dipimpin Benjamin Franklin telah membuktikan dan menyatakan bahwa Hypnosis (saat itu disebut sebagai Mesmerism) seperti yang dilakukan oleh Mesmer bukan karena adanya kekuatan gaib atau supranatural. Yang berperan dalam hypnosis adalah sugesti dan imajinasi subyek sendiri. Kondisi hypnosis adalah kondisi alami manusia yang dicapai dengan teknik induksi untuk membuat pikiran sadar ber-istirahat. Hypnotist (orang yang bisa menghipnotis) tidak perlu kekuatan supranatural agar bisa menghipnotis orang lain.

Miskonsepsi: Saya takut tidak bisa bangun dari kondisi hypnosis.

Hypnosis sangat aman untuk siapapun. Sepanjang sejarah hypnosis, tidak ada orang tidak bisa bangun dari kondisi hypnosis. Kadang memang orang yang sedang dalam trance hypnosis tidak bersedia dibangunkan karena dia menikmati kondisi hypnosis yang sangat nyaman dan damai. Kalaupun subjek tidak mau dibangunkan, maka dia akan bangun dengan sendirinya setelah puas merasakan pengalaman damai tersebut. Dalam kondisi hypnosis, Anda bisa bangun seketika apabila Anda terancam bahaya.

Miskonsepsi: Saya ini orang hebat, tidak mungkin bisa dihipnotis..!

Ada anggapan bahwa orang yang bisa dihipnotis adalah orang yang lemah pikirannya. Anggapan ini salah besar. Orang yang lemah pikirannya, kurang ilmu, kurang pengalaman, dan IQ-nya rendah memang mudah ditipu, tetapi orang seperti ini malah sulit dihipnotis. Orang dengan gangguan mental yang parah juga mustahil untuk dihipnotis. Untuk memasuki kondisi hypnosis, seseorang perlu konsentrasi dan menggunakan imajinasinya. Orang yang punya kemampuan konsentrasi tinggi lebih mudah dalam memasuki kondisi hypnosis. Jadi jangan berbangga diri jika Anda merasa tidak bisa dihipnotis. Perlu juga Anda ingat bahwa Anda hanya bisa dihipnotis jika Anda menginginkan.

Miskonsepsi: Dari seluruh populasi manusia, Hanya 20% orang yang bisa dihipnotis dengan cepat dan mudah, yaitu orang dengan sugestibilitas tinggi.

Pendapat ini sudah ketinggalan jaman. Dengan teknik hypnosis yang ada saat ini, semua orang yang bersedia dihipnotis bisa dihipnotis dalam waktu singkat. Ada juga kepercayaan bahwa orang yang kritis dan analitis sulit dihipnotis atau membutuhkan waktu lama untuk memasuki kondisi hypnosis. Namun dengan teknik yang ada sekarang, orang yang kritis dan analitis malah mudah dihipnotis dalam waktu sangat cepat. Prinsipnya: semua orang bisa memasuki kondisi hypnosis dengan cepat asalkan bersedia mengikuti instruksi ahli hypnosis.

Miskonsepsi: Seumur hidup, saya belum pernah mengalami hypnosis.

Hypnosis adalah penembusan faktor kritis pikiran sadar dan diterimanya pemikiran atau sugesti tertentu (tanpa melalui proses analisa terlebih dahulu). Apabila kita mengacu pada pengertian di atas, maka kapanpun Anda menerima suatu informasi dan meyakini informasi itu benar tanpa berpikir panjang, maka sebenarnya Anda sudah mengalami hypnosis. Peristiwa seperti ini dinamakan waking hypnosis, atau hypnosis dalam kondisi sadar.

Anda dihipnotis setiap hari oleh iklan, berita, film, sinetron dan sumber informasi lain di sekitar Anda. Ketika Anda membaca novel atau menonton film, mengapa Anda merasakan tegang, cemas, sedih, gelora cinta dan emosi lain padahal Anda tahu bahwa yang Anda saksikan hanyalah cerita belaka? Ketika menonton film atau membaca novel, sebenarnya Anda mengizinkan diri Anda untuk terpengaruh oleh film atau cerita novel. Bayangkan betapa hambarnya jika Anda menonton film atau membaca novel tanpa ikut merasakan ceritanya.

Iklan juga telah menghipnotis Anda untuk membeli produk yang diiklankan. Persepsi Anda tentang suatu produk dan keputusan Anda untuk membeli ditentukan apakah iklan itu "mengena" di pikiran Anda atau tidak. Film membentuk persepsi Anda tentang sesuatu atau seseorang. Para aktor dan aktris yang memerankan tokoh jahat dalam film sering dibenci orang secara tidak sadar.

Miskonsepsi: Hypnosis adalah cara yang tepat agar seseorang mengatakan sesuatu dengan jujur. Dalam kondisi hypnosis seseorang tidak bisa berbohong.

Dalam kondisi hypnosis, Anda tetap bisa berbohong. Bahkan Anda akan lebih pandai berbohong, karena kemampuan Anda untuk imajinasi dan mengarang cerita semakin hebat ketika dalam kondisi hypnosis. Oleh karena itu dalam aplikasi forensik, hypnosis tidak digunakan untuk mendapatkan pengakuan pelaku kejahatan. Hypnosis berperan mengungkap kejahatan jika diterapkan kepada saksi atau korban. Dalam kondisi hypnosis, saksi atau korban kejahatan bisa menceritakan dengan sangat rinci tentang peristiwa yang dialaminya.

Miskonsepsi: Hypnosis adalah kondisi tidak sadar atau sama dengan tidur.

Hypnosis bukanlah tidur, bukan pula kondisi pingsan. Dalam kondisi hypnosis Anda tetap bisa mendengar semua suara di sekitar. Kemampuan Anda untuk mendengar pun jauh lebih sempurna dibanding dalam kondisi biasa, karena dalam kondisi hypnosis Anda tidak hanya mendengar dengan panca indera, tapi juga dengan pikiran bawah sadar Anda.

Miskonsepsi: Hypnosis menyebabkan lupa ingatan.

Hypnosis tidak menyebabkan lupa ingatan. Malah sebaliknya, dalam kondisi hypnosis orang bisa belajar atau menghafal dengan sangat cepat. Kita juga bisa meningkatkan kemampuan konsentrasi kita melalui hypnosis. Miskonsepsi tentang hypnosis bisa menyebabkan lupa ingatan mungkin berasal dari tontonan stage hypnosis (hypnosis untuk hiburan) dimana seseorang bisa melupakan nama sendiri atau lupa angka tiga. Namun kelupaan ini hanya sementara. Setelah beberapa jam ingatan akan kembali seperti semula.

Kadang, apabila seseorang bangun dari kondisi hypnosis yang dalam, seseorang bisa saja tidak ingat apa saja yang dikatakan hypnotherapist selama hypnosis berlangsung. Namun biasanya ingatan lengkap akan muncul setelah beberapa jam. Tidak ada bahayanya sedikit pun dalam menggunakan hypnosis.

Miskonsepsi: "Saya tidak mau dihipnotis, karena tidak mau dikendalikan orang lain."

Hypnosis tidak bisa digunakan untuk menguasai pikiran Anda. Dalam kondisi hypnosis, pikiran bawah sadar anda hanya akan menuruti sugesti yang tidak berbahaya dan tidak bertentangan dengan keyakinan dan norma-norma yang anda anut. Pikiran bawah sadar mungkin akan menerima sugesti untuk lupa nama sendiri dan tidak bisa bergerak. Namun apabila anda disugesti atau diperintah untuk membenci orang yang anda cintai atau diperintahkan untuk lompat dari gedung, sugesti ini akan anda tolak dengan sempurna.(hypnosis45.com)