Home - My Buku - Kang Sun & Tokoh Dunia - Kang Sun &Tokoh Milyarder - Catatan Kang Sun - Facebook
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


VIDEO KANG SUN - KONSPIRASI - ILUMINATION - GARDA NKRI - SAPA DUNIA -

Minggu, 05 April 2009

The Magic Of MAAF

oleh : Sunaryo Saripudin S.Pd.,

Maaf.....apakah Anda setuju dengan isi artikel di bawah ini?

Kata "MAAF" mengapa sangat langka terucap dari jutaan mulut-mulut yang katanya - INDONESIA orang santun. Entah mengapa kata "MAAF" begitu susah terucap manakala meminta, memerintah dan bahkan ketika melakukan kesalahan.

Kata "MAAF" nyaris tenggelam karam ditelan ego diri. Mungkinkah karena "MAAF" ini dianggap sepele ataukah mungkin karena tidak pernah ada pelajaran "MAAF" yang kita terima. Padahal Mulut, kaki, tangan, mata, telinga, perut nyaris bisa memunculkan kesalahan atau kekeliruan kapan saja. Ini menuntut kita untuk paham kata "MAAF" dan mampu mengucapkannya.

Kata "MAAF" mungkin maknanya terlalu dalam bak samudera atau mungkin terlalu berat untuk diungkap atau mungkin terlalu sulit untuk di UCAP, sampai-sampai banyak yang tidak paham bahkan ada yang tidak sanggup untuk MENGUCAPKANNYA padahal sudah jelas kesalahan itu ADA pada dirinya.

Memang ada perangkat lain yang harus hadir di Hati setiap yang akan mengucapkan kata "MAAF", yakni rasa rendah hati. Ketika kesombongan dapat dikalahkan oleh rendah hati maka akan sangat mudah kata "MAAF" terucap. Begitu pun sebaliknya, Manakala Kesombongan mengungguli rasa rendah hati maka alamat kata "MAAF" tidak mungkin pernah dirasakan oleh lisannya. eh..ngomog-ngomong....saya
sudah TERBIASA mengucap "MAAF" belum yaa?

Kata "MAAF" bagai mengandung MAGIC. Setidaknya menurut pengamatan saya dan apa yang saya rasakan. Ia mampu membuat orang tidak sanggup menolak, orang yang diminta memberi dan yang diperintah MELAKSANAKAN.

Kata "MAAF" bisa mengubah rasa dalam makna sebuah kalimat.
Maaf...Ambilkan saya kertas dong? Maaf....saya nitip beli roti ya? akan sangat beda rasanya dengan: "Abilkan kertas dong?" atau "Nitip beli roti ya?. Kata ini akan sangat lebih mantap lagi jika disertai kata "Tolong". Tentu aspek proporsional dalampengunaan kata "MAAF" harus diperhatikan pula.

Eh..diam-diam ternyata di awal artikel saya juga memulainya dengan kata "MAAF" lho!!Gimana tanggapan sahabat?


----------------------------------------------------------------------------------
Baca juga artikel dibawah ini :
----------------------------------------------------------------------------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan Komentar Anda dan Berbagilah Di Sini.